Profindo Sekuritas: Rekomendasi Saham DOID, INDY & WSKT

IHSG pada perdagangan bursa saham hari ini, Selasa 19 September 2017 diperkirakan bergerak mixed cenderung tertekan dengan rentang 5851--5901.
Fajar Sidik | 19 September 2017 09:40 WIB
Pengunjung menggunakan ponselnya di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG pada perdagangan bursa saham hari ini, Selasa 19 September 2017 diperkirakan bergerak mixed cenderung tertekan dengan rentang 5851--5901.

Bursa Amerika melanjutkan penguatan selama lima hari berturut-turut yang terdorong oleh penguatan sektor financial. Fokus investor sekarang tertuju pada rincian pengurangan neraca serta signal kenaikan suku bunga hingga akhir tahun dalam pertemuan dua hari FOMC.

Treasury yield AS meningkat dan mendorong saham subsektor perbankan ikut naik. Ekspektasi tingginya suku bunga menjadi sentimen positif untuk perbankan. Indeks Dow Jones +0.28%, S&P 500 +0.15% dan Nasdaq +0.10%.

Bursa Eropa ditutup di teritori positif menyusul beralihnya pelaku pasar ke aset berisiko setelah meredanya ketegangan geopolitik di semenanjung Korea. Indeks juga didukung dari rilis data ekonomi yang sesuai ekspektasi serta sentimen positif dari Standard & Poor's yang mengupgrade Portugal menjadi investment grade. Tingkat inflasi zona Eropa dilaporkan tumbuh sesuai ekspektasi di level 1.5% YoY di bulan Agustus. Indeks FTSE 100 +0.52%, Dax +0.32%, CAC 40 +0.30% dan Stoxx 600 +0.33%.

IHSG selama perdagangan kemarin bergerak cenderung melemah namun pada saat penutupan indeks berhasil menguat. Asing masih membukukan net sell sebesar Rp 280 miliar di seluruh pasar dengan saham TLKM dan BSIM menjadi net top seller sedangkan saham BRPT dan WSKT menjadi net top buyer. Penguatan saham HMSP +1.29% menjadi pendorong utama menguatnya indeks disusul dengan saham BBRI +1.01%, BBCA +0.53% dan TLKM +0.43%.

Secara seKtoral, sektor mining, property dan konsumen menjadi sector dengan penopang terbesar indeks. Pertemuan RDG BI yang pada 20 dan 22 September yang masih mempunyai peluang untuk menurunkan suku bunga menjadi sentimen positif untuk sektor properti.

IHSG membentuk hanging man candle yang mengindikasikan akan terjadinya bearish reversal, namun indikator stochastic, RSI dan MFI masih bergerak positif. Sehingga kami perkirakan indeks akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan rentang 5851 - 5901.

Saham yang dapat diperhatikan adalah DOID (buy), INDY (buy), ERAA (buy), WSKT (buy), SMRA (SoS), dan BMRI (buy).

Selengkapnya www.profindo.com

(DISCLAIMER ON)

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top