Pasar SUN: Yield Naik Tiga Hari Beruntun Dalam Sepekan

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika masih menjadi katalis negatif yang mendorong imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Kamis (14/9/2017) mengalami kenaikan di tengah koreksi yang terjadi di pasar surat utang global.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 15 September 2017  |  10:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika masih menjadi katalis negatif yang mendorong imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Kamis (14/9/2017) mengalami kenaikan di tengah koreksi yang terjadi di pasar surat utang global.

I Made Adi Saputra, analis obligasi MNC Sekuritas, mengatakan bahwa kenaikan imbal hasil ini menjadi yang ketiga kalinya dalam pekan ini di tengah membesarnya peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika didukung oleh data Inflasi Amerika yang telah di rilis pada perdagangan kemarin.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 10 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 6 bps dengan penurunan harga hingga sebesar 20 bps.

Volume SUN diperdagangkan senilai Rp12,78 triliun dari 34 seri, nilai seri acuan sebesar Rp5,38 triliun. Volume obligasi korporasi senilai Rp720,73 miliar dari 43 seri.

Adapun secara teknikal, harga SUN terlihat masih berada di area overbought membuka peluang pelaku pasar melakukan aksi ambil untung.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah para ekonom memperkirakan adanya kenaikan angka neraca perdagangan," katanya dalam riset harian, Jumat (15/9/2017).

Made merekomendasikan sejumlah seri untuk diincar hari ini, Jumat (15/9/2017), antara lain Rekomendasi FR0069, FR0053, FR0070, FR0071, FR0073, FR0065, FR0068, dan FR0072.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top