Akhir Sesi I, IHSG Melemah Tertahan Aksi Korut dan Pelemahan Sektor Tambang

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (15/9/2017), terbebani aksi terbaru Korea Utara dan turunnya performa sektor tambang.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 September 2017  |  11:54 WIB
Akhir Sesi I, IHSG Melemah Tertahan Aksi Korut dan Pelemahan Sektor Tambang
Karyawan melintas di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (27/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (15/9/2017), terbebani aksi terbaru Korea Utara dan turunnya performa sektor tambang.

IHSG turun 0,27% atau 16,08 poin ke level 5.835,92 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,04% atau 2,44 poin di level 5.854,45.

Dibuka di zona hijau, pergerakan IHSG terpantau bertahan positif sebelum berbalik ke zona merah menjelang akhir sesi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.833,41 - 5.869,14.

Sebanyak 121 saham menguat, 151 saham melemah, dan 287 saham stagnan dari 559 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor tambang (-1,56%) dan pertanian (-1,55%). Adapun tiga sektor lainnya bergerak positif dipimpin sektor industri dasar yang menguat 1,06%.

Sektor tambang siang ini mengalami penurunan terbesar, padahal pagi tadi masih ikut memimpin penguatan sektoral yang menopang IHSG.

Tim riset Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, terdampak kabar diluncurkannya kembali rudal balistik oleh Korea Utara pagi ini.

Analis Sinarmas Sekuritas memperkirakan ketegangan tersebut akan menahan laju pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.

Seperti diberitakan, rudal terbaru Korut yang melintasi pulau utara Hokkaido sebelum mendarat di Samudera Pasifik, diluncurkan setelah Dewan Keamanan PBB pada Senin (11/9) menyetujui sanksi yang lebih keras terhadap Korea Utara sebagai hukuman atas uji coba bom nuklir awal bulan ini. 

Dari dalam negeri, sejumlah berita turut menjadi sentimen hari ini seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menegaskan rencana untuk mengakuisisi PLTU mulut tambang di Kalimantan dan Sumatera sudah memasuki fase finalisasi.

“Kami melihat hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi emiten sektor batubara yang memiliki exposure yang besar terhadap PLN,” tulis mereka dalam risetnya hari ini.

Secara teknikal, Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5827-5865 pada perdagangan hari ini.

Di pasar regional, indeks FTSE Straits Time Singapura siang ini terpantau melandai 0,25%, indeks FTSE Malay KLCI turun 0,13%, indeks PSEi Filipina melemah 0,29%, sedangkan indeks SE Thailand naik 0,02%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top