Efek Kecelakaan, Produksi Batu Bara China Merosot

Produksi batu bara China pada Agustus 2017 merosot ke level terendah sejak Februari 2017 karena kecelakaan di tambang Provinsi Shanxi semakin mengintensifkan pemeriksaan keselamatan.
Hafiyyan | 14 September 2017 16:34 WIB
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett

Bisnis.com, JAKARTA—Produksi batu bara China pada Agustus 2017 merosot ke level terendah sejak Februari 2017 karena kecelakaan di tambang Provinsi Shanxi semakin mengintensifkan pemeriksaan keselamatan.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Biro Statistik Nasional (NBS) menyebutkan produksi batu bara China pada Agustus 2017 turun 1,2% dari bulan sebelumnya menjadi 9,38 juta ton. Namun, pasokan baru naik 4,1% secara year on year (yoy).

Menurut China Coal News, ada enam kasus kecelakaan di tambang batu bara Shanxi pada bulan lalu, sehingga menewaskan 20 orang. Kekhawatiran akan adanya insiden lanjutan membuat inspeksi keselamatan digencarkan, sehingga mengurangi volume produksi.

“Kecelakaan yang baru-baru ini terjadi di Shanxi bisa mengurangi produksi provinsi ini sebagai penyumbang batu bara terbesar di China,” ujar Analis GF Futures Deng Shun.

Total pasokan batu hitam sepanjang Agustus 2017 bertambah 290,77 juta ton. Hasil ini membuat volume produksi selama Januari—Agustus 2017 mencapai 2,3 miliar ton, naik 5,4% yoy setelah pada tahun lalu pemerintah membatasi akvititas kerja tambang.

Melambatnya produksi pada bulan lalu membuat volume impor meningkat. Sebelumnya pada Juli 2017 jumlah impor melambat ke level terendah dalam 14 bulan terakhir.

Tag : pertambangan, batu bara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top