EIA dan OPEC Revisi Prospek Permintaan Minyak, WTI Menguat

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober menguat 2,2% atau 1,07 poin dan ditutup di US$49,30 per barel di New York Mercantile Exchange.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 September 2017 06:16 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah ditutup pada level tertinggi dalam lima pekan terakhir setelah Badan Energi Internasional dan OPEC memperbaiki prospek permintaan mereka.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober menguat 2,2% atau 1,07 poin dan ditutup di US$49,30 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai 15% di atas rata-rata 100 hari terakhir.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman November menguat 0,89 poin ke level US$55,16 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, level tertinggi sejak April.

Dilansir Bloomberg, Energy Information Administration (IEA) memperkirakan permintaan minyak global meningkat tahun ini dengan tingkat yang paling tinggi sejak 2015, sementara OPEC mendorong proyeksi konsumsi di Eropa dan China.

Selain itu, OPEC dan sekutu-sekutunya diperkirakan akan mempertimbangkan perpanjangan kesepakatan pemangkasan produksi mereka. Di AS, kilang minyak diperkirakan akan kembali meningkatkan produksi setelah Badai Harvey menyebabkan persediaan bensin turun signifikan.

Matthew Beck, managing director John Hancock Financial Services Inc mengatakan perkiraan permintaan IEA yang lebih kuat telah membantu mengangkat harga minyak.

“Pada saat yang sama, telah ada sedikit retorika di OPEC beberapa hari terakhir yang berpotensi memperpanjang pemangkasan produksi dan berfokus pada pengurangan ekspor, yang semuanya akan menjadi faktor positif," ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Kepatuhan anggota OPEC dengan kesepakatan untuk mengurangi produksi mencapai 94% pada bulan Agustus, naik dari 85% di bulan Juli.

Tag : harga minyak mentah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top