Investor Tunggu Data Inflasi AS, Bursa Jepang Ditutup Melemah

Indeks Topix ditutup melemah 0,32% atau 5,20 poin ke level 1.632,13 setelah dibuka di zona hijau pada level 1.637,54.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 September 2017  |  15:19 WIB
Investor Tunggu Data Inflasi AS, Bursa Jepang Ditutup Melemah
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Kamis (14/9/2017) menjelang rilis data inflasi AS yang dinanti pada hari ini waktu AS.

Indeks Topix ditutup melemah 0,32% atau 5,20 poin ke level 1.632,13 setelah dibuka di zona hijau pada level 1.637,54. Dari 2018 saham yang  diperdagangkan pada indeks Topix, 680 saham menguat, 1225 melemah, dan 113 saham stagnan.

Sementara itu, indeks Nikkei  225 ditutup turun 0,29% atau 58,38 poin ke posisi 19.807,44 setelah dibuka melemah tipis 0,03% di posisi 19.860,37. Dari 225 saham pada indeks Nikkei, 66 di antaranya menguat, 152 melemah, dan 7 saham stagnan.

Kedua indeks saham membalikkan penguatan karena reli saham produsen elektronik dan bank melambat. Sementara itu, yen berfluktuasi terhadap dolar AS menjelang rilis data indeks harga konsumen AS dan saat Korea Utara mengancam untuk menggunakan senjata nuklir untuk "menenggelamkan" Jepang setelah terkena sanksi PBB.

"Investor akan ingin melihat bagaimana saham AS dan mata uang bereaksi terhadap angka IHK," kata Yutaka Miura, analis teknis senior Mizuho Securities Co, seperti dikutip Bloomberg.

"Risiko Korea Utara telah mereda namun investor belum merasa benar-benar tenang. Ini akan membuat investor berhati-hati dalam mendorong harga saham ke level tertinggi baru," lanjutnya.

Nilai tukar yen Jepang terpantau menguat 0,06% atau 0,07 poin ke level 110,42 yen per dolar AS pada pukul 15.09 WIB.

Di antara saham-saham yang bergerak, saham Sony Corp dan Mitsubishi UFJ Financial menekan indeks setelah ditutup dengan pelemahan 3,45% dan  0,94%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top