Produsen Chip Melemah, Indeks Stoxx Europe 600 Tergelincir

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,02% atau 0,08 poin ke level 381,34 setelah bergerak pada kisaran 379,93 382,16
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 September 2017  |  06:01 WIB
Produsen Chip Melemah, Indeks Stoxx Europe 600 Tergelincir
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (13/9/2017), tertekan saham produsen komponen Apple setelah rilis iPhone terbaru mengecewakan pasar karena tanggal pengiriman yang lebih lambat dari perkiraan.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,02% atau 0,08 poin ke level 381,34 setelah bergerak pada kisaran 379,93 – 382,16

Dilansir Reuters, Produsen chip yang memasok ke Apple menjadi penekan indeks. Saham AMS turun 3,9%, sementara Dialog Semiconductor tergelincir 1,6% dan STMicro melemah 0,1%.

Pelaku pasar mengatakan mengatakan bahwa saham mereka mendapat tekanan karena pengiriman iPhone X terbaru milik Apple dijadwalkan  pada 3 November mendatang, meleset jauh dari yang diperkirakan sebelumnya. Faktor harga harga juga dapat mengurangi permintaan untuk perangkat di pasar seperti China.

"Dengan iPhone yang mencapai sekitar US$1.000, akan menarik untuk dilihat seberapa sehat permintaannya," kata Mike Bell, analis pasar global JP Morgan Asset Management, seperti dikutip Reuters.

"Jika relatif sehat, saya rasa ini menunjukkan bahwa masih ada banyak kekuatan harga untuk perusahaan di AS dan konsumen memiliki kepercayaan diri,” lanjutnya.

Sementara itu, saham produsen kacamata dan lensa kacamata Luxottica dan Essilor juga termasuk di antara penekan terbesar pada indeks setelah keduanya melemah lebih dari 2%.

Regulator antimonopoli Uni Eropa akan mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap perusahaan mengenai aksi merger pekan ini.

Di sisi lain, saham Covestro menjadi penahan pelemahan indeks dengan penguatan 3,7% setelah produsen obat-obatan dan pestisida Jerman, Bayer, melepas kepemilikan 9,4% saham di perusahaan tersebut.

Bursa Eropa sedang berjuang untuk dorongan lebih lanjut setelah tenggelam 7% selama bulan-bulan musim panas.

Mike Bell memandang, bahwa bursa saham Eropa masih berpotensi naik dan prospek pendapatan masih cukup kuat.

"Eropa memiliki leverage operasional tertinggi dari pasar saham lainnya sehingga jika ekonomi global tetap kuat, ini akan mendorong ekspansi margin dan pertumbuhan pendapatan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top