Era Mobil Bensin Siap Diakhiri, Bursa China Ditutup Mixed

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,33% atau 11,76 poin ke level 3.376,42, sedangkan indeks CSI 300 ditutup melemah 001% atau 0,34 poin di level 3.825,65.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 September 2017 15:27 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China ditutup mixed pada perdagangan hari ini, Senin (11/9/2017) karena investor menyambut baik rencana pemerintah untuk mempertimbangkan pelarangan mobil bahan bakar bensin.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,33% atau 11,76 poin ke level 3.376,42, sedangkan indeks CSI 300 ditutup melemah 001% atau  0,34 poin di level 3.825,65.

Saham perusahaan otomotif energi baru China menguat, setelah seorang pejabat pemerintah mengatakan pada akhir pekan bahwa China telah mulai merancang larangan pada mobil bermesin bensin tradisional.

Dilansir Reuters, banyak perhatian juga tertuju pada langkah bank sentral untuk mengendalikan penguatan yuan. Bank sentral China (PBOC) pada hari Senin mengatakan telah menghapus persyaratan cadangan untuk lembaga keuangan untuk menyelesaikan posisi valuta asing berjangka.

Analis menafsirkannya sebagai sinyal PBOC tidak ingin melihat yuan menguat terlalu cepat terhadap dolar. Yuan yang kuat akan menguntungkan sektor-sektor seperti perbankan, real estat dan penerbangan, namun merugikan eksportir.

Investor juga menilai keberlanjutan pemulihan ekonomi China, setelah data menunjukkan belanja pemerintah naik dengan laju paling lambat dalam 10 bulan terakhir pada Agustus.

Kinerja sektor beragam, dengan penguatan dipimpin oleh sektor bahan baku, sementara emiten real estat membebani indeks.

Saham China Molybdenum, salah satu produsen molibdenum dan tungsten terbesar di negara itu, melonjak 9,9% ke rekor tertinggi sepanjang masa karena para investor memperkirakan produsen logam minor tersebut mendapat keuntungan dari larangan mobil bensin di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top