Hari Ini Rupiah Diprediksi Bergerak Negatif di Angka 13.361 dan 13.328

Pergerakan Rupiah belum banyak mengalami perubahan dari sehari sebelumnya dimana masih cenderung bergerak di zona merah. Masih minimnya sentimen yang di anggap positif di dalam negeri membuat pelaku pasar masih enggan mendekati Rupiah.
Mia Chitra Dinisari | 31 Agustus 2017 09:26 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com,JAKARTA -Pergerakan Rupiah belum banyak mengalami perubahan dari sehari sebelumnya dimana masih cenderung bergerak di zona merah. Masih minimnya sentimen yang di anggap positif di dalam negeri membuat pelaku pasar masih enggan mendekati Rupiah.

Analis Binaartha Securities menyebutkan pelaku pasar pun lebih mencermati kondisi global sehingga laju Rupiah masih mendekam di teritori merah. Masih adanya imbas peluncuran rudal Korea Utara yang telah melintasi Hokaido, Jepang dan jatuh di Samudra Pasifik membuat laju JPY dan EUR masih menguat meski di akhir perdagangan kembali melemah terhadap USD.

Pergerakan USD menguat setelah merespon rilis Indeks Harga Rumah Nasional NSA AS yang mengalami kenaikan tahunan 5,8 persen pada Juni, sedikit lebih tinggi dari posisi Mei, menurut data dari S&P CoreLogic Case-Shiller. Begitupun dengan Indeks Kepercayaan Konsumen yang naik menjadi 122,9 pada Agustus, naik dari 120,0 pada Juli, menurut Conference Board, mengalahkan ekspektasi pasar.

Kembali terdepresiasinya laju Rupiah yang merupakan imbas pelemahan sebelumnya menurunkan peluang bagi Rupiah untuk mampu berbalik arah naik. Apalagi kini, setelah penguatan JPY dan EUR, pergerakan USD kembali menguat.

Rendahnya USD karena pelemahan sebelumnya tentunya akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk dengan mentransaksikan USD tersebut. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pelemahan lanjutan tersebut.

"Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support *13.361* dan resisten *13.328," tulis mereka dalam risetnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top