IHSG Terus Tertekan Hingga Akhir Sesi I, 169 Saham Melemah

IHSG melemah 0,39% atau 22,88 poin ke level 5.891,14 di akhir sesi I, setelah dibuka cenderung flat dengan hanya menguat 0,07 poin ke di posisi 5.914,10.
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Agustus 2017 12:43 WIB
Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/5). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (24/8/2017).

IHSG melemah 0,39% atau 22,88 poin ke level 5.891,14 di akhir sesi I, setelah dibuka cenderung flat dengan hanya menguat 0,07 poin ke di posisi 5.914,10.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.890,92 - 5.916,82.

Sebanyak 134 saham menguat, 169 saham melemah, dan 256 saham stagnan dari 559 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor konsumer yang melemah 0,94%, disusul sektor aneka industri yang melemah 0,56%.

Adapun dua sektor lainnya melemah, yaitu sektor perdagangan dan tambang yang turun masing-masing 0,42%, sedangkan sektor pertanian stagnan.

Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan ramai dengan aksi profit taking.

Analis Dimas Pratama mengatakan melanjutkan penguatan di hari kedua yang didorong oleh penguatan tujuh sektor terutama sektor tambang dan konsumer. Asing membukukan net buy sebesar Rp 367 miliar dengan saham BUVA dan ADRO menjadi net top buyer.

Secara teknikal IHSG menembus resistance di level 5.910 yang berpotensi untuk melanjutkan kenaikan. Namun indeks membentuk hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi penurunan dalam jangka pendek.

Indikator RSI flat dengan stochastic masih di area jenuh beli.

"Sehingga kami perkirakan IHSG kemungkinan akan mengalami profit taking dengan rentang pergerakan di level 5.879 – 5.953," tulisnya dalam riset.

Di pasar regional, indeks FTSE Straits Time Singapura siang ini terpantau menguat 0,31%, indeks FTSE Malay KLCI melemah 0,01%, indeks SE Thailand menguat 0,06%, sedangkan indeks PSEi Filipina menguat 0,06%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,07% atau 10 poin ke Rp13.349 per dolar AS pada pukul 12.01 WIB.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top