Trump Komentari NAFTA & Tembok AS-Meksiko, Batasi Penguatan Bursa Jepang

Pergerakan sejumlah indeks saham acuan di Jepang berakhir positif pada perdagangan hari ini, Rabu (23/8/2017), namun penguatannya dibatasi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang NAFTA.
Renat Sofie Andriani | 23 Agustus 2017 15:06 WIB
Bursa Jepang. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan sejumlah indeks saham acuan di Jepang berakhir positif pada perdagangan hari ini, Rabu (23/8/2017), namun penguatannya dibatasi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang NAFTA.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan penguatan 0,92% atau 14,67 poin di level 1.610,79 dan berakhir naik 0,25% atau 3,93 poin di posisi 1.600,05.

Dari 2.015 saham pada indeks Topix, 1.042 saham di antaranya menguat, 838 saham melemah, dan 135 saham stagnan.

Adapun indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,26% atau 50,80 poin di level 19.434,64, setelah dibuka dengan penguatan 0,84% atau 163,21 poin di posisi 19.547,05.

Penguatan Nikkei 225 pada perdagangan hari ini sekaligus mengakhiri pergerakan negatif lima hari berturut-turut sebelumnya.

Sebanyak 120 saham menguat, 94 saham melemah, dan 11 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang menanjak 1,52% menjadi pendorong utama terhadap rebound Nikkei hari ini, diikuti SoftBank Group Corp. yang menguat 1,34% dan KDDI Corp. yang naik 1,08%.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau menguat 0,04% ke posisi 109,53 per dolar AS pada pukul 14.33 WIB, setelah pada Selasa (22/8) berakhir terdepresiasi 0,54% di posisi 109,57.

Setelah membukukan awal sesi perdagangan yang kuat mengikuti bursa saham AS, penguatan bursa saham Jepang terkikis akibat terbebani pernyataan Trump.

Dalam pidatonya di Phoenix, Trump menyatakan bahwa dia bisa saja mengakhiri Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA).

Ia juga mengancam akan membawa pemerintahan AS ke ambang penutupan (government shutdown), demi menekan Kongres agar mendanai pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Komentarnya itu serta merta mengangkat yen dari pelemahannya terhadap dolar AS.

“Komentarnya tentang negosiasi NAFTA sekali lagi membawa arah hambatan perdagangan bebas, serta meningkatkan kekhawatiran seputar dampaknya terhadap perdagangan global,” kata Hideyuki Ishiguro, pakar strategi senior di Daiwa Securities Co., seperti dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang, Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top