Membaca Skenario Emas & Dolar AS Jelang Jackson Hole

Investor emas dan mata uang diperkirakan berfokus kepada pertemuan bank sentral utama dunia dalam forum Jackson Hole di AS. Agenda ini akan berlangsung pada 2426 Agustus 2017.
Hafiyyan | 23 Agustus 2017 18:59 WIB
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Investor emas dan mata uang diperkirakan berfokus kepada pertemuan bank sentral utama dunia dalam forum Jackson Hole di AS. Agenda ini akan berlangsung pada 24—26 Agustus 2017.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga dalam publikasi risetnya hari ini, Rabu (23/8/2017) memaparkan, logam mulia masih mendapatkan dukungan dari risiko geopolitik dan drama politik di Washington. Namun, nuansa pasar yang waspada cukup terasa menjelang konferensi Jackson Hole.

Pada perdagangan Rabu (23/8/2017) pukul 17.58 WIB, harga emas spot naik 2,26 poin atau 0,18% menuju US$1.287,34 per troy ounce. Sepanjang tahun berjalan harga tumbuh 12,20%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) melesu 0,131 poin atau 0,14% menuju 93,414. Harga merosot 8,61% sepanjang 2017.

Dari sudut pandang teknikal, proyeksi bullish emas masih memegang kendali di atas support US$1.283 per troy ounce. Harga perlu melintas di atas US$1.293 per troy ounce untuk membuka jalan menuju US$1.300 per troy ounce.

“Sedangkan dalam skenario alternatif, penurunan berkelanjutan di bawah US$1.283 dapat membuka jalan menuju $1.270 per troy ounce,” paparnya dalam riset.

Sementara itu, USD berupaya mencari arah pada bulan ini karena harga bergerak dalam rentang yang luas. Ketidakpastian agenda ekonomi Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran terkait inflasi rendah di AS sangat mengganggu prospek kenaikan suku bunga AS, sehingga greenback tertekan.

Pasar akan sangat memperhatikan pidato Yellen dan mencermati komentar terkait kebijakan moneter. Informasi baru terkait kebijakan The Fed untuk merampingkan neraca keuangan dan meningkatkan suku bunga AS pada tahun ini dapat memperkuat dolar AS.

Dari sudut pandang teknikal, DXY tetap tertekan di grafik harian. Nilai yang terus lemah di bawah 94,00 dapat mendorong depresiasi lebih lanjut menuju 92,50.

Research and analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menuturkan, sampai Jumat (25/8/2017), harga emas diperkirakan bergerak di dalam rentang US$1.280—US$1.296 per troy ounce.

Namun, pada akhir pekan proyeksi harga cenderung lebih lebar, yakni US$1.274—US$1.300 per troy ounce setelah pidato Janet Yellen.

“Setelah pidato Yellen pada Jumat siang [Minggu pagi dini hari WIB], proyeksi harga lebih lebar. Bila menyinggung soal kebijakan moneter The Fed, harga emas akan langsung terdampak,” ujarnya.

Menurut Putu, dalam kondisi seperti ini investor di pasar berjangka bisa mendulang keuntungan karena bisa memasang posisi buy ataupun sell. Namun, pemegang emas fisik cenderung wait and see karena menantikan momentum harga mengalami kenaikan.

Tag : Harga Emas Hari Ini
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top