Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Buy on Weakness Saham PGAS

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di mana pergerakan rupiah diperkirakan bergerak variatif dan cenderung mengalami pelemahan terhadap dollar AS karena minimnya sentimen positif dari dalam negeri.
Fajar Sidik | 21 Agustus 2017 09:15 WIB
Karyawan mengamati indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa (4/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di mana pergerakan rupiah diperkirakan bergerak variatif dan cenderung mengalami pelemahan terhadap dollar AS karena minimnya sentimen positif dari dalam negeri.

Nota keuangan RAPBN 2018 yang mengindikasikan optimisme pemerintah terhadap kondisi makroekonomi Indonesia dan pencapaian berbagai target yang telah disebutkan, tampaknya kurang kuat mengangkat laju rupiah yang kembali melanjutkan pelemahan.

Selain itu, kami melihat kenaikan harga batu bara per Jumat kemarin (21/7), hal tersebut lebih dikarenakan demand akan batubara yang meningkat sedangkan supply terbatas. Jika dilihat data electricity consumption pada Juli tahun ini, naik 9.94% yoy yang merupakan kenaikan tertinggi untuk pertama kalinya.

Ditambah lagi, produksi batubara di bulan Juli mengalami penurunan sebesar 4.5% mom. Akan tetapi, kami melihat kenaikan harga batubara akan kembali mengalami penurunan di bulan September-Oktober ini dikarenakan permintaan terhadap batubara akan mengalami penurunan dimana summer season sudah selesai.

Secara teknikal indeks hari Senin (21/8), IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5848-5914.

Rekomendasi saham Sinarmas Sekuritas hari ini: Top Buy: GGRM, BBTN, TLKM BoW: PGAS

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top