Harga Batu Bara Merosot Usai Reli Empat Hari

Reli harga batu bara berakhir pada penutupan perdagangan Selasa (15/8/2017), pelemahan pertama dalam lima hari perdagangan berturut-turut.
Renat Sofie Andriani | 16 Agustus 2017 07:52 WIB
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga batu bara berakhir pada penutupan perdagangan Selasa (15/8/2017), pelemahan pertama dalam lima hari perdagangan berturut-turut.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak September 2017, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup merosot 1,16% atau 1 poin di posisi US$84,95/metrik ton.

Harga batu bara kontrak September 2017 akhirnya mematahkan reli yang dibukukan selama empat hari perdagangan berturut-turut sebelumnya, di saat harga minyak memperpanjang pelemahannya.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman September ditutup turun tipis 0,08% atau di level US$47,55 per barel pada akhir perdagangan Selasa di New York Mercantile Exchange.

Dilansir Bloomberg, harga minyak mentah di Amerika Serikat (AS) memperpanjang pelemahannya akibat terbebani oleh laporan terus naiknya produksi minyak shale.  

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), pasokan minyak di Cushing naik 1,7 juta barel pekan lalu, sedangkan pasokan bensin naik 301.000 barel dan minyak distilasi turun sebesar 2,1 juta barel.

Di sisi lain, cadangan minyak mentah turun 9,2 juta barel per pekan lalu. Angka ini akan menjadi penurunan minyak mentah terbesar sejak September jika data Energy Information Adminstration pada hari Rabu menunjukkan hal yang sama.

“Saya menduga bahwa akan ada penurunan cadangan minyak yang cukup besar dan dapat membalikkan penurunan harga kemarin yang sangat besar," James Williams, ekonom WTRG Economics, seperti dikutip Bloomberg.

“Namun, penurunan cadangan tersebut diimbangi sejumlah angka bearish output shale yang naik ke rekor tertinggi sejak bulan September,” lanjutnya.

Harga minyak WTI pagi ini terpantau berbalik naik 0,27% atau 0,13 poin ke US$47,68 per barel pada pukul 07.06 WIB.

WTI tidak mampu menahan kenaikan di atas US$50 per barel bulan ini karena kekhawatiran investor tentang kenaikan pasokan yang melebihi pemangkasan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara non-OPEC. 

Seperti diketahui, harga batu bara bisa mengikuti gerak minyak mengingat dampaknya pada biaya produksi dan pengangkutan serta pengaruh terhadap sentimen secara keseluruhan dalam pasar energi.

Pergerakan harga batu bara kontrak September 2017 di bursa Rotterdam

Tanggal

US$/MT

15 Agustus

84,95

(-1,16%)

14 Agustus

85,95

(+0,47%)

11 Agustus

85,55

(+1,30%)

10 Agustus

84,45

(+0,90%)

9 Agustus

83,70

(+0,84%)

 

 

  

Sumber: Bloomberg

 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top