Kinerja Home Depot Imbangi Data Ritel, Wall Street Ditutup Flat

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat hanya 5,28 poin atau 0,02% ke level 21.998,99, sedangkan indeks Standard & Poors 500 melemah 0,05% atau 1,23 poin ke 2.464,61 dan Nasdaq Composite turun 0 ,11% ke 6.333,01.
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 Agustus 2017 06:05 WIB
Bursa AS Wall Street - Reuters/Carlo Allegri

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup cenderung flat pada perdagangan Selasa (15/8/2017) karena pelemahan saham Home Depot dan peritel mengimbangi data penjualan ritel AS yang optimis.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat hanya 5,28 poin atau 0,02% ke level 21.998,99, sedangkan  indeks Standard & Poor’s 500 melemah 0,05% atau 1,23 poin ke 2.464,61 dan Nasdaq Composite turun 0 ,11% ke 6.333,01.

Saham  Home Depot ditutup melemah 2,7% dan menjadi penekan utama indeks S&P 500 dan Dow Jones. Meskipun emiten ini melaporkan laba yang positif dan meningkatkan perkiraannya, investor tampaknya khawatir dengan kendala pasokan di pasar perumahan yang bisa menjadi hambatan pada laba Home Depot.

Sektor konsumer pada indeks S&P 500 ditutup melemah 0,9%, menyusul tekanan dari saham Coach and Advance Auto Parts setelah laporan keuangan yang mengecewakan. Indeks ritel S&P 500 turun 1,6%.

Sementara itu, penjualan ritel AS mencatat kenaikan terbesar dalam tujuh bulan terakhir pada Juli karena konsumen mendorong pembelian kendaraan bermotor dan juga pengeluaran tersier.

Data tersebut membantu dolar AS menyentuh level tertingginya dalam hampir tiga pekan terakhir. Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang lainnya ditutup menguat 0,47% atau 0,442 poin ke level 93.853.

"Angka penjualan ritel yang keluar hari ini adalah kabar baik. Kami mendapat kejutan positif untuk bulan ini dan revisi ke atas selama dua bulan terakhir," kata Brad McMillan, kepala investasi Commonwealth Financial Network, seperti dikutip Reuters.

"Orang-orang mengeluarkan uang tapi tidak membelanjakan barang yang sama, jadi dari perspektif ekonomi, ini semua kabar baik. Dari perspektif tingkat perusahaan, ada pemenang dan ada yang kalah," lanjutnya.

Pasar saham telah pulih dalam dua sesi perdagangan terakhir setelah konflik antara Amerika Serikat dan Korea Utara menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Menurut media pemerintah Korea Utara, Presiden Korut Kim Jong Un telah menunda keputusan untuk menembakkan rudal ke Guam sementara dia menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan AS.

Investor juga menimbang kemungkinan bahwa reformasi pajak akan terjadi tahun ini. Kegagalan Partai Republik untuk meloloskan undang-undang layanan kesehatan telah mengurangi optimisme tentang inisiatif Gedung Putih lainnya.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top