Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Tergelincir Tunggu Rilis Data Inflasi

Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada perdagangan pertama pekan ini (Senin, 7/8/2017), setelah berhasil melonjak dari level terendahnya dalam 15 bulan akhir pekan lalu.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Agustus 2017  |  11:50 WIB
Dolar AS Tergelincir Tunggu Rilis Data Inflasi
Uang dolar AS. - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada perdagangan pertama pekan ini (Senin, 7/8/2017), setelah berhasil melonjak dari level terendahnya dalam 15 bulan akhir pekan lalu.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,22% atau 0,202 poin ke 93,340 pada pukul 11.04 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,04% atau 0,035 poin di level 93,507, setelah pada perdagangan Jumat (4/8) berakhir melonjak 0,76% atau 0,703 poin di posisi 93,542.

Greenback mencapai batas rendahnya dalam 15 bulan setelah serangkaian indikator AS yang lemah menambah ketidakpastian mengenai rencana bank sentral AS The Federal Reserve untuk mulai mengurangi portofolio obligasi senilai US$4,2 triliun.

Selain itu, pergolakan politik yang mencengkeram Gedung Putih turut berimbas terhadap prospek laju penaikan suku bunga The Fed.

Namun, data statistik ketenagakerjaan AS yang dirilis pada Jumat (4/8) membantu dolar keluar dari pelemahannya. Angka nonfarm payrolls meningkat lebih tinggi dari perkiraan sebesar 209.000 pekerjaan pada Juli, sementara rata-rata pendapatan per jam meningkat 0,3% setelah naik 0,2% pada Juni.

Sementara solidnya data pekerjaan membantu mengangkat dolar dengan menjaga prospek penaikan suku bunga, pasar menantikan bukti lebih lanjut atas kuatnya fundamental demi memperkuat pergerakan mata uang AS tersebut.

“Pekan ini akan menjadi penting bagi dolar. Kenaikan yang dibatasi oleh imbal hasil obligasi 10-tahun meskipun data payroll terlihat kuat, menunjukkan tetap adanya kekhawatiran terhadap inflasi AS,” ujar Junichi Ishikawa, senior FX strategist IG Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun mencapai posisi 2,267%, turun dari posisinya yang tercatat pada Jumat di 2,290%.

“Data seperti indeks harga konsumen dan produsen mungkin harus lebih baik dari perkiraan demi mengatasi kekhawatiran inflasi. Hanya dengan demikianlah dolar dapat mencapai titik balik yang sebenanrnya,” lanjut Ishikawa.

Data indeks harga produsen AS untuk Juli akan dirilis pada Kamis pekan ini, sedangkan angka indeks harga konsumen dijadwalkan rilis sehari setelahnya.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

7/8/2017

(Pk. 11.04 WIB)

93,340

(-0,22%)

4/8/2017

93,542

(+0,76%)

3/8/2017

92,839

(+0,00%)

2/8/2017

92,836

(-0,22%)

1/8/2017

93,043

(+0,19%)

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top