Dolar Keok, Harga Emas Menguning

Harga emas meningkat akibat anjloknya mata uang dolar AS ke level terendah sejak Oktober 2016.
Hafiyyan | 29 Juni 2017 07:46 WIB
Seorang karyawan mengambil butiran emas murni berkadar 99,99% sebelum mengemasnya di pabrik Krastvetmet di Krasnoyarsk, Rusia, 24 Oktober 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Harga emas meningkat akibat anjloknya mata uang dolar AS ke level terendah sejak Oktober 2016.

Pada perdagangan Kamis (29/6/2017) pukul 7.38 WIB emas spot menguat 0,28 poin atau 0,02% menuju US$1.249,54 per troy ounce. Sementara itu, emas comex kontrak Agustus 2017 naik 0,90 poin atau 0,7% menjadi US$1.250 per troy ounce.

Penguatan emas memanfaatkan pelemahan indeks dolar AS pada pukul 7.29 WIB sebesar 0,007 poin atau 0,01% menuju 96,003. Ini menunjukkan level terendah sejak 4 Oktober 2016 di posisi 96,165. Bahkan, indeks pada pagi hari sempat terlempar dari level 96 ke 95,996.

Tai Wong, Head of Base and Precious-metals Trading BMO Capital Markets, menyampaikan penguatan emas terjadi akibat pelemahan dolar AS ke level terendah sejak Oktober 2016. Salah satu penyebab pelemahan greenback ialah penguatan mata uang euro.

“Emas akan kembali ke ekuilibriumnya di kisaran US$1.250 per troy ounce,” tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (29/6/2017).

Sementara itu, menurut Jordan Eliseo, Chief Economist Australian Bullion Co., batu kuning diuntungkan oleh pelemahan dolar AS. Namun, harga masih dibayangi risiko aksi jual (sell off) akibat proyeksi peningkatan suku bunga AS selanjutnya.

Sebelumnya, Federal Reserve sudah menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali, yakni padavpertengahan bulan Maret dan Juni. Pada 2017, Bank Sentral AS berencana mengerek Fed Fund Rate (FFR) sebanyak 3 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini

Sumber : Bloomberg
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top