Didorong Saham Blue Chips, Bursa China Naik 0,2 Persen

Bursa China menghijau pada akhir perdagangan Selasa (27/6) menyusul menguatnya pergerakan saham-saham blue chips.
Ana Noviani | 27 Juni 2017 14:51 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa China menghijau pada akhir perdagangan Selasa (27/6) menyusul menguatnya pergerakan saham-saham blue chips.

Pada Selasa (27/6/2017), indeks CSI 300 ditutup naik 0,2% ke level 3.674,72 dan Index Shanghai Composite ditutup menguat 0,2% ke level 3.191,2.

Dilansir Reuters, para investor cenderung berhati-hati terhadap rally saham-saham blue chips setelah MSCI memasukkan 222 emiten China ke dalam indeks emerging market pada pekan lalu.

Selain itu, investor juga mencermati berita tentang kenaikan laba perusahaan industri di Tiongkok sebesar 16,7% secara year-on-year pada Mei. Kondisi itu merupakan akselerasi setelah mengalami penurunan ekspektasi pada April 2017.

Wang Gang, strategist Huajian Securities, mengatakan bank sentral China tidak ingin pelaku pasar membentuk ekspektasi tentang likuiditas yang longgar.

"Di masa mendatang, likudiitas tetap relatif ketat. Dengan latar belakang itu, ruang kenaikan blue chips akan terbatas," tulisnya seperti dikutip Reuters, Selasa (27/6/2017).

Indeks blue chips China diperdagangkan pada level tertinggi sejak awal 2016. Sejumlah investor dinilai tidak yakin terhadap sinyal Beijing untuk melanjutkan pengetatan likuiditas.

Di sistem perbankan China, level likuiditas relatif tinggi sehingga bank sentral Tiongkok membatalkan operasi pasar terbuka dalam tiga hari berturut-turut. Seiring dengan itu, suku bunga pinjaman jangka pendek telah menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Wang menambahkan investor menunggu hasil laba emiten pertengahan tahun yang mulai dirilis pada pekan depan untuk mengkaji ulang portofolio mereka.

Secara sektoral, kinerja saham di bursa China cenderung mixed. Kenaikan dipimpin oleh saham-saham sektor perbankan. Adapun sektor properti dan real estate turun setelah melompat hampir 9% dalam dua sesi sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Sumber : Reuters
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top