HARGA CPO 22 JUNI: Minyak Menguat, Sawit Cetak Rebound

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berhasil mencetak rebound pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (22/6/2017), setelah sempat memperpanjang pelemahannya akibat kekhawatiran seputar kekuatan permintaan.
Renat Sofie Andriani | 22 Juni 2017 18:45 WIB
Pabrik CPO - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berhasil mencetak rebound pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (22/6/2017), setelah sempat memperpanjang pelemahannya akibat kekhawatiran seputar kekuatan permintaan.

Kontrak berjangka CPO untuk September 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, berakhir menguat 0,20% atau 5 poin ke posisi 2.447 ringgit per ton.

Pagi tadi, harga CPO dibuka dengan pelemahan 0,37% atau 9 poin di posisi 2.433.

Intertek Testing Services melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia pada 1 Juni-20 Juni turun 15% m-o-m menjadi 721.020 ton. Sementara itu, laporan Societe Generale de Surveillance (SGS) menunjukkan penurunan ekspor sebesar 17% menjadi 710.322 ton.

“Ekspor yang buruk pada kompleks minyak sawit mentah serta cuaca yang menguntungkan pada musim tanam di Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung telah merongrong harga,” kata Gnanasekar Thiagarajan, kepala strategi perdagangan dan lindung nilai di Kaleesuwari Intercontinental, seperti dikutip dari Bloomberg.

Ditambahkan olehnya, lemahnya pergerakan harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi sentimen.

Pada perdagangan Rabu (21/6), harga CPO kontrak September ditutup melemah 0,97% atau 24 poin ke level 2.442, terseret oleh pelemahan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah turun sekitar 2% dalam beberapa hari terakhir dan membawanya ke dalam kondisi bear market di tengah kekhawatiran seputar jumlah cadangan di Amerika Serikat (AS) yang akan merusak upaya OPEC menahan kelebihan suplai global.

Harga minyak WTI kontrak Agustus 2017 kemarin ditutup anjlok 2,25% di posisi 42,53, namun hari ini terpantau menguat 0,40% ke US$42,70 per barel pada pukul 18.11 WIB. Adapun patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Agustus 2017 ikut menguat 0,60% ke US$45,09 per barel, setelah berakhir anjlok 2,61% di level 44,82 pada perdagangan kemarin.

Meski hari ini menguat, harga minyak tetap tertekan di kisaran level terendahnya.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit terapresiasi 0,02% ke posisi 4,2865 pada pukul 16.46 WIB setelah kemarin ditutup melemah 0,09% di posisi 4,2875.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak September 2017

Tanggal

Level

Perubahan

22/6/2017

2.447

+0,20%

21/6/2017

2.442

-0,97%

20/6/2017

2.466

-0,88%

19/6/2017

2.488

+0,16%

16/6/2017

2.484

+1,43%

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga cpo

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top