Pound Sterling Rebound Terpengaruh Sentimen Hawkish BoE

Mata uang pound sterling atau GBP mengalami rebound seiring dengan sentimen hawkish yang disampaikan pejabat Bank of England (BoE) perihal kenaikan suku bunga di masa depan.
Hafiyyan | 22 Juni 2017 12:18 WIB
Pound sterling. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Mata uang pound sterling atau GBP mengalami rebound seiring dengan sentimen hawkish yang disampaikan pejabat Bank of England (BoE) perihal kenaikan suku bunga di masa depan.

Pada perdagangan Kamis (22/6/2017) pukul 10.55 mata uang GBP naik 0,01% menuju 1,2672 per dolar AS. Harga sempat meningkat ke 1,2683 per dolar AS setelah dibuka di posisi 1,2671 per dolar AS. Dalam 3 sesi perdagangan terakhir harga GBP berkutat di area 1,26 per dolar AS.

Asia Trade Point Futures (ATPF) dalam publikasi risetnya menyampaikan pergerakan nilai tukar GBP khususnya terhadap USD terpantau mengalami rebound setelah sempat melemah cukup dalam dan terseret hingga ke level 1,26026 per dolar AS.

Kondisi rebound ini terjadi setelah pidato Direktur Ekonomi Bank of England Andy Haldane pada Rabu (21/6/2017). Dalam pidatonya, Haldane menyatakan siap untuk mempersiapkan langkah menaikkan suku bunga pada semester kedua tahun ini apabila diperlukan.

"Pidato Haldane ini direspon sebagai pidato yang Hawkish oleh pelaku pasar dan berdampak pada menguatnya GBP," papar riset ATPF, Kamis (22/6/2017).

Haldane melontarkan pernyataan yang dinilai positif di tengah tekanan yang cukup besar terhadap GBP dari kondisi politik domestik. Pasalnya hingga saat ini PM Theresa May dan Partai Konservatif belum mendapatkan teman koalisi di parlemen.

Melihat kondisi ini pasar tampak khawatir akan proses pembicaraan Brexit yang telah dimulai pada Senin (19/6/2017). Pasar bertanya-tanya apakah hasilnya akan disetujui oleh parlemen yang tidak didominasi oleh Partai Konservatif.

Diprediksi ke depan, sentimen politik domestik Inggris masih akan cukup mendominasi pound sterling. Selain itu perkembangan dari pembicaraan Brexit dan rilis data data ekonomi juga akan mempengaruhi pergerakan GBP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pound sterling

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top