Dow Jones dan S&P 500 Melemah, Nasdaq Ditutup Menguat

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 57,11 poin atau 0,27% ke level pada 21.410,03, sedangkan indeks Standard & Poors 500 kehilangan 1,42 poin atau 0,06% ke level 2.435,61
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Juni 2017 07:37 WIB
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (21/6/2017), terbebani oleh sektor energi karena harga minyak melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 57,11 poin atau 0,27% ke level pada 21.410,03, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 1,42 poin atau 0,06% ke level 2.435,61

Adapun indeks Nasdaq Composite menguat 45,92 poin atau 0,74% ke 6.233,95, ditopang oleh sektor layanan kesehatan dan teknologi

Sektor energy menekan indeks S&P dengan pelemahan 1,6% setelah harga minyak mentah WTI menyentuh level terendah sejak Agustus meskipun ada penurunan persediaan yang lebih besar dari perkiraan.

Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Cornerstone Financial Partners, mengatakan pelemahan harga minyak menambah kekhawatiran investor terhadap prospek inflasi dan imbasnya menekan saham-saham perbankan dan industri.

"Karena orang melihat harga minyak melemah sebagai pertanda inflasi yang lebih rendah, banyak saham siklis lainnya (selain saham energi) yang tertekan," kata Zaccarelli, seperti dikutip Reuters.

Sektor perbankan melemah 0,8% karena investor khawatir margin suku bunga akan tertekan oleh kurva imbal hasil yang cenderung merata, yang juga didorong oleh ekspektasi inflasi.

Sektor industri juga menjadi salah satu penekan terbesar dengan penurunan 0,7%, terbebani saham Caterpillar yang anjlok 3,3%. Sementara itu, saham FedEx yang menguat 1,6% menahan pelemahan sektor ini lebih lanjut.

Investor yang mencari peluang pertumbuhan beralih ke indeks Nasdaq, yang banyak memiliki saham teknologi dan perusahaan bioteknologi, lanjut Zaccarelli.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top