Harga Minyak Masih di Level Terendah 8 Bulan, Ini Penyebabnya!

Harga minyak mentah masih berkutat di area terendah selama 8 bulan akibat pasar yang mengantisipasi surplus suplai.
Hafiyyan | 21 Juni 2017 09:17 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah masih berkutat di area terendah selama 8 bulan akibat pasar yang mengantisipasi surplus suplai.

Pada perdagangan Rabu (21/6/2017) pukul 09.09 WIB harga minyak WTI kontrak Agustus 2017 naik 0,02% atau 0,01 poin menuju US$43,52 per barel. Sementara itu, minyak Brent kontrak Agustus 2017 merosot 0,04% atau 0,02 poin menjadi US$46,00 per barel. Kendati WTI meningkat, angka tersebut masih berada di area terendah sejak pertengahan November 2016.

Market analyst futures brokerage Forex.com Fawad Razaqzada menyampaikan kurangnya respons positif menunjukkan pelaku pasar tidak yakin terhadap pemangkasan produksi OPEC dan non-OPEC sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) akan menstabilkan fundamental pasokan. Padahal kesepakatan yang sudah berjalan sekitar 6 bulan sejak Januari 2017 ini menandakan kepatuhan di atas 100%.

"Pasar mengesampingkan upaya OPEC karena pasokan minyak shale AS terus meningkat," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/6/2017).

Menurut data Bloomberg, harga minyak menanas karena proyeksi menurunnya stok mingguan Amerika serikat sebesar 1,2 juta barel. Adapun data resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA) akan dilansir pada Rabu (21/6/2017) waktu setempat.

Berdasarkan pernyataan salah satu sumber Reuters, kepatuhan OPEC dan non-OPEC mencapai level tertinggi hingga 106% pada Mei 2017. Rinciannya, OPEC mengurangi produksi 108% dari kesepakatan sekitar 1,2 juta bph, sedangkan non OPEC memangkas 100% dari perjanjian sejumlah 600.000 bph.

Sumber : reuters, bloomberg

Tag : Harga Minyak
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top