DOLAR AS: Imbal Hasil Obligasi Turun, Indeks Dolar Melemah

Indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,03% atau 0,027 poin ke level 97,733 pada pukul 7.10 WIB setelah dibuka di level 97,718.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Juni 2017 08:25 WIB
Dollar AS. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar AS melemah tipis dari level tertinggi satu bulan pada awal perdagangan Rabu (21/6/2017) karena turunnya harga minyak mentah yang menyeret imbal hasil obligasi AS.

Indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,03% atau 0,027 poin ke level 97,733 pada pukul 7.10 WIB setelah dibuka di level 97,718.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks dolar menguat 0,22% atau 0,212 poin ke posisi 97,760 karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan pengetatan kebijakan lanjutan tahun ini.

Namun, penguatan greenback tidak berlanjut pada perdagangan hari ini karena lonjakan imbal hasil obligasi AS berakhir semalam.

Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun tajam pada hari Selasa, membalikkan sebagian besar dari penguatan yang terjadi ketika the Fed membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini, menyusul penurunan harga minyak yang besar.

"Turunnya harga minyak mentah melemahkan tekanan inflasi dan efeknya menahan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi valuta asing senior IG Securities, seperti dikutip Reuters.

"Indikator inflasi AS belum kuat. Sekarang minyak turun, hal tersebut dapat menambah tekanan terhadap dolar dengan tekanan sentimen terhadap sektor energi AS,” lanjutnya.

Harga minyak mentah turun sekitar 2% setelah berita kenaikan pasokan oleh beberapa produsen utama yang menggerogoti upaya OPEC dan produsen lainnya untuk menstabilkan pasar melalui penurunan output.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top