Aksi Jual Mulai Kembali Terlihat di Pasar Obligasi

Aksi jual mulai kembali terindikasi di pasar obligasi yang dapat berpotensi berbalik melemah apabila tidak ada sentimen yang kuat untuk menahan laju aksi jual tersebut.
Fajar Sidik | 21 Juni 2017 08:03 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi jual mulai kembali terindikasi di pasar obligasi yang dapat berpotensi berbalik melemah apabila tidak ada sentimen yang kuat untuk menahan laju aksi jual tersebut.

Mengutip Binaartha Bond Daily Comment, Rabu (21/6/2017), Mulai adanya imbas pelemahan nilai tukar Rupiah mempengaruhi laju pasar obligas yang cenderung kembali valiatif melemah. Meski naik tipis namun, dapat berpotensi berbalik melemah jika sentimen yang ada tidak cukup kuat menahan aksi jual.

Di sisi lain, penguatan laju USD turut berimbas pada meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami kenaikan imbal hasil 0,78 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun -1,93 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -1,26 bps.

Kembali munculnya aksi jual memberikan sentimen negatif pada laju pasar obligasi seiring dengan reaksi negatif pelaku pasar. Tak terkecuali pada seri obligasi acuan yang terlihat menguat.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 101,58% memiliki imbal hasil 61 atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 101,65% memiliki imbal hasil 6,59%. Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 107,32% dan imbal hasil 7,52% atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 107,58% dan imbal hasil 7,49%.

Pada Selasa (20/6), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,01 bps di level 116,31 dari sebelumnya di level 116,32. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,06 bps di level 108,46 dari sebelumnya di level 108,42.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,80% di bawah sebelumnya 6,78% dan US Govn’t bond 10Yr di 2,24% di atas sebelumnya 2,22% sehingga spread di level 456 bps di bawah sebelumnya 453,3 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya mengalami variatif naik tipis. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,92%-8,94%. Sementara pada obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya di kisaran level 9,15%-9,20%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,61%-10,64%, dan pada rating BBB di kisaran 12,98%-13,03%.

Mulai adanya aksi jual dapat membuka pelemahan lebih lanjut. Terutama jelang libur panjang Lebaran dimana biasanya pelaku pasar cenderung menahan diri sehingga dapat mempengaruhi ritme perdagangan obligasi.

Pergerakan imbal hasil AS yang kembali meningkat dapat menahan potensi kenaikan pasar obligasi dalam negeri. Tetap cermati berbagai sentimen dan ritme pelaku pasar lainnya di tengah berkurangnya aktivitas transaksi.

(Binaartha_Research|Disclm.On)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup