Jelang Lebaran, IHSG Masih Terus Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan meski sejumlah faktor eksternal masih membayangi pada hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran.
Lukas Hendra TM | 21 Juni 2017 16:53 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16 - 6).Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan meski sejumlah faktor eksternal masih membayangi pada hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran.

Senior Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakan jika dilihat dari sentimen yang ada, IHSG masih ada potensi kembali menguat meski dibayang-bayangi dengan pelemahan rupiah karena kenaikan dolar AS.

Di sisi lain, lanjutnya, meski ada anggapan transaksi cenderung sepi jelang libur panjang, justru biasanya momen-momen tersebut dimanfaatkan sebagian pelaku pasar untuk tetap melakukan transaksi.

“Investor yang masih aktif bertransaksi sebaiknya menghindari spekulasi agar dapat memanfaatkan momen yang ada,” katanya, saat dihubungi, Rabu (21/6/2017).

Dia mengungkapkan, kondisi internal Indonesia selama bulan puasa tidak ada yang negatif. Meski, untuk kondisi eksternal khususnya terkait penguatan dolar AS perlu diwaspadai akibat inflasi AS akan naik seiring dengan perbaikan data-data pekerjaan di AS.

Kalau membaik, lanjutnya, maka ekonomi AS akan membaik yang memberikan sentimen bagus untuk dolar AS. Pada akhirnya rupiah pun terkena imbas dari kenaikan dolar AS. IHSG yang masih positif dengan sentimen internal turut merespons negatif pelemahan rupiah sehingga akhirnya sempat melemah.

“Itu belum termasuk mindset pelaku pasar yang menganggap bulan puasa akan sepi transaksi. Sebenarnya sepinya di mana. Jika semua pelaku pasar punya mind set sama maka terciptalah suasana tersebut. Padahal kalau mereka transaksi normal maka market gerak seperti biasanya,” katanya.

Usai libur Lebaran, Reza menilai pelaku pasar harus melihat sentimen-sentimen yang ada, khususnya sentimen dari internal terkait rilis data-data makro di awal Juli. Jika sentimen baik, maka saham-saham big caps bisa menjadi pilihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top