IHSG Cetak Rekor Level Penutupan Tertinggi Sepanjang Masa

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sukses berakhir menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (21/6/2017), sekaligus mencetak level penutupan tertinggi baru sepanjang masa.
Renat Sofie Andriani | 21 Juni 2017 16:38 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16 - 6).Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sukses berakhir menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (21/6/2017), sekaligus mencetak level penutupan tertinggi baru sepanjang masa.

IHSG ditutup menguat 0,46% atau 26,65 poin ke level 5.818,55, setelah dibuka dengan pelemahan 0,34% atau 19,82 poin di posisi 5.772,09.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah bergerak di kisaran 5.771,58 – 5.818,55.

Adapun pada perdagangan Selasa (20/6), IHSG ditutup menguat 0,87% atau 49,99 poin ke level 5.791,90.

Dari 551 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 104 saham menguat, 210 saham melemah, dan 237 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor infrastruktur (+1,03%) dan finansial (+1%). Adapun tiga sektor lainnya melemah, dipimpin oleh sektor tambang (-0,95%).

IHSG mampu berakhir menguat di saat bursa saham lainnya di Asia Tenggara terkoreksi dengan indeks PSEi Filipina (-0,40%), indeks SE Thailand (-0,15%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,85%), dan indeks FTSE Malay KLCI (-0,29%).

Di kawasan Asia lainnya, reli bursa saham Jepang selama tiga hari berturut-turut berakhir pada perdagangan hari ini, seiring penguatan kinerja mata uang yen yang berpotensi menekan prospek laba eksportir.

Indeks Kospi ditutup melemah 0,49% atau 11,70 poin ke level 2.357,53, bersama dengan depresiasi nilai tukar won terhadap dolar AS.

Pergerakan sejumlah indeks saham acuan China berakhir menguat pada perdagangan hari ini, ditopang oleh aksi beli investor terhadap saham konsumer setelah MSCI Inc. menambahkan sejumlah saham utama ke salah satu indeks acuan untuk investor global.

Adapun indeks Hang Seng ditutup melemah 0,57% atau 148,46 poin ke 25.694,58, setelah dibuka turun 0,35% atau 90,77 poin di posisi 25.752,27.

Indeks Hang Seng lanjut melemah akibat kekhawatiran bahwa keputusan MSCI untuk menyertakan lebih banyak saham daratan China dalam indeks acuannya akan mengancam peran Hong Kong sebagai gerbang utama investor global ke China.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,43% atau 2,24 poin ke 520,83, setelah dibuka dengan pelemahan 0,57% di posisi 515,63.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

UNVR

+1,55

TPIA

+3,73

SMMA

+5,65

BMRI

+0,80

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

GGRM

-1,39

BBNI

-1,49

TBIG

-5,45

KMTR

-23,39

 Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup