Bursa Asia Melemah Pagi Ini, Efek Harga Minyak Mentah

Pergerakan bursa saham di Asia melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/6/2017), seiring merosotnya harga minyak mentah dunia akibat kekhawatiran bahwa kondisi kelebihan suplai global akan bertahan.
Renat Sofie Andriani | 21 Juni 2017 10:56 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham di Asia melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/6/2017), seiring merosotnya harga minyak mentah dunia akibat kekhawatiran bahwa kondisi kelebihan suplai global akan bertahan.

Indeks saham acuan Australia menyebabkan pelemahan di kawasan ini, dengan saham perusahaan energi turun lebih dari 2%, setelah penurunan terbesar dalam indeks S&P 500 sejak 17 Mei.

Indeks Shanghai Composite bergerak fluktuatif setelah MSCI Inc. menambahkan saham-saham domestik China ke dalam indeks emerging marketnya, sementara pergerakan saham Hong Kong melemah. Harga minyak beringsut lebih rendah setelah meluncur ke level terendah sejak November pada perdagangan Selasa, sedangkan harga emas naik setelah aksi jual lima hari.

Indeks Shanghai Composite naik 0,1% pada pukul 12.01 siang waktu Tokyo (pukul 10.01 WIB), sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,6%.

Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia merosot 1,3%, dengan saham BHP Billiton Ltd. dan Rio Tinto Ltd. anjlok setidaknya 2,8%. Indeks Topix Jepang turun 0,1% dan indeks Kospi Korea Selatan melorot 0,6%.

MSCI memutuskan akan menambah 222 saham saham-A China mulai bulan Mei 2018. Pasar darat China, dengan nilai US$6,8 triliun adalah yang terbesar kedua di dunia dan berkontribusi sebesar 9% dari nilai saham global, sebelumnya telah ditolak untuk dimasukkan dalam indeks sebanyak tiga kali oleh MSCI karena sejumlah isu termasuk kontrol modal dan penghentian perdagangan yang panjang.

MSCI menunda keputusannya akibat status ekuitas Argentina, yang menimbulkan pukulan bagi investor karena pertaruhan bearish pada indeks acuan Merval melonjak dan saham Argentina di AS tergelincir. MSCI juga akan berkonsultasi mengenai kemungkinan masuknya Arab Saudi dalam indeks.

Sementara itu, pelemahan dalam minyak mentah dan komoditas lainnya melemahkan argumentasi dari para pejabat bank sentral AS bahwa tingkat inflasi yang lesu akan bersifat sementara, bahkan ketika ekonomi menunjukkan beberapa tanda kesulitan sementara belum banyak permintaan untuk aset safe haven.

Pasar selanjutnya menantikan pernyataan sejumlah pejabat The Fed pekan ini. Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda dijadwalkan akan berpidato di Tokyo dan anggota dewan European Central Bank (ECB) Benoit Coeure akan memberi pernyataan di Frankfurt hari ini waktu setempat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia, Harga Minyak

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top