Downsize IPO, Integra Indocabinet (WOOD) Cari Alternatif Pendanaan Rp300 Miliar

PT Integra Indocabinet Tbk. bakal mencari sumber pendanaan senilai Rp300 miliar untuk memenuhi kebutuhan ekspansi usaha dalam waktu dekat. Pasalnya, hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp325 miliar di bawah target awal perseroan.
Ana Noviani | 21 Juni 2017 14:23 WIB
Perajin mebel mengantarkan mebel kayu menggunakan sepeda motor di kawasan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Senin (6/3). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berharap industri mebel atau kerajinan kayu dipermudah dalam kepengurusan sertifikat Forest Stewardship Council (FSC), meskipun telah ada sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk mempermudah ekspor produknya. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Integra Indocabinet Tbk. bakal mencari sumber pendanaan senilai Rp300 miliar untuk memenuhi kebutuhan ekspansi usaha dalam waktu dekat. Pasalnya, hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp325 miliar di bawah target awal perseroan. 

Direktur Keuangan Integra Indocabinet Wang Sutrisno menuturkan minat investor untuk menyerap saham baru yang ditawarkan perseroan pada masa penawaran awal maupun penawaran umum kurang bagus. Padahal, emiten berkode saham WOOD ini berencana melepas 35% atau 2,69 miliar lembar saham baru lewat IPO. 

"Kami lihat appetite untuk IPO kurang bagus dan harga kurang bagus. Kami yang running operasional perusahaan tahu persis fundamentalnya dan akhirnya memutuskan untuk downsize," kata Wang dalam seremoni pencatatan saham WOOD di papan perdagangan BEI, Rabu (21/6). 

Akibatnya, perseroan Grup Integra ini memangkas jumlah saham IPO dari 2,69 miliar lembar menjadi 1,25 miliar lembar atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham perdana WOOD dipatok pada level harga Rp260 per lembar. 

Langkah tersebut membuat perolehan dana hasil IPO Integra Indocabinet jauh di bawah target awal. WOOD meraih dana hasil IPO sebesar Rp325 miliar, sedangkan target awalnya berada pada kisaran Rp565 miliar-848 miliar. 

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dua fasilitas pabrik manufaktur kayu untuk memproduksi flooring dan wooden blind

"IPO baru awal kami masuk ke pasar modal, kami punya opsi alternatif untuk memperoleh pendanaan karena fundamental kami kuat dan debt ratio bagus," imbuhnya. 

Menurut Wang, untuk mengejar target pertumbuhan kinerja sebesar 30% pada tahun ini, perseroan membutuhkan dana ekspansi sekitar Rp600 miliar. Setelah dikurangi dana hasil IPO, WOOD masih membutuhkan dana sekitar Rp300 miliar. 

"Alternatifnya bisa dari bank, terbitkan obligasi atau MTN untuk menambah gerai ritel Thema Home secara bertahap," kata Wang. 

Pada tahun ini, WOOD mengincar penjualan tumbuh 30% menjadi Rp1,8 triliun. Perseroan optimistis dapat mencapai target itu seiring tumbuhnya pasar domestik dan Amerika Serikat.

Tag : manufaktur, ipo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top