HARGA MINYAK: Tertekan ke Level US$44, WTI Diprediksi Terus Merosot

Harga minyak mentah WTI berpeluang merosot ke level US$43 per barel selama masih berada di area US$44 per barel. Sentimen utama yang menekan harga ialah pasar yang mengalami surplus suplai.
Hafiyyan | 20 Juni 2017 12:53 WIB
Harga minyak turun - nicholloils.com

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak mentah WTI berpeluang merosot ke level US$43 per barel selama masih berada di area US$44 per barel. Sentimen utama yang menekan harga ialah pasar yang mengalami surplus suplai.

Pada perdagangan Selasa (19/6/2017) pukul 12.32 WIB harga minyak WTI kontrak Juli 2017 naik 0,01% menuju US$44,20 per barel. Sementara itu, minyak Brent kontrak Agustus 2017 meningkat 0,09% menjadi US$46,95 per barel.

Menurut data Bloomberg, harga minyak menanas karena proyeksi menurunnya stok mingguan Amerika serikat sebesar 1,2 juta barel. Adapun data resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA) akan dilansir pada Rabu (21/6/2017) waktu setempat.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menyampaikan harga minyak masih tertekan pada awal pekan ini karena ekspansi minyak shale AS yang terus meningkat. Sentimen ini dianggap menjegal upaya OPEC untuk menstabilkan pasar yang telah jenuh.

“Dolar AS yang semakin stabil menambah tekanan terhadap harga minyak, dan investor mengantarkan harga menuju ke bawah US$44,50 per barel. Pertarungan antara OPEC vs minyak serpih AS terasa semakin memanas untuk melihat siapa yang berhasil memegang kendali,” paparnya dalam riset, Selasa (20/6/2017).

Dari sudut pandang teknikal, minyak mentah WTI masih berada di wilayah bearish pada grafik harian. Breakdown di bawah US$44 dapat mendorong penjual untuk membidik harga US$43 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top