Aksi Beli di Pasar Obligasi Berlanjut

Aksi beli obligasi pemerintah maupun swasta oleh para investor kembali berlanjut seiring dengan turunya harga dan didukung dengan kembali menguatnya laju Rupiah terhadap dolar AS.
Fajar Sidik | 20 Juni 2017 09:20 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi beli obligasi pemerintah maupun swasta oleh para investor kembali berlanjut seiring dengan kembali menguatnya laju Rupiah terhadap dolar AS.

Mengutip Binaartha Bond Daily Comment, Selasa (20/6/2017), aksi beli kembali berlanjut seiring dengan kembali menguatnya laju Rupiah. Meski laju US$ sempat naik dan begitupun dengan laju imbal hasil obligasi AS yang juga lebih tinggi dari sebelumnya namun, tidak menghalangi pergerakan sejumlah seri obligasi dalam negeri untuk dapat menguat. Pelaku pasar kembali melakukan aksi beli.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami penurunan imbal hasil -0,64 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun -1,05 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -1,36 bps.

Aksi beli yang terjadi mampu mengangkat hampir mayoritas seri obligasi. Tak terkecuali pada seri obligasi acuan yang terlihat menguat. Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 101,65% memiliki imbal hasil 6,59% atau turun -0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 101,58% memiliki imbal hasil 6,62%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 107,58% dan imbal hasil 7,49% atau turun -0,03 bps dari sehari sebelumnya di harga 107,30% dan imbal hasil 7,52%.

Pada Senin (19/6), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,13 bps di level 116,32 dari sebelumnya di level 116,17. Sedangkan, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,01 bps di level 108,42 dari sebelumnya di level 108,41.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,73% di bawah sebelumnya 6,80% dan US Govn’t bond 10Yr di 2,20% di atas sebelumnya 2,15% sehingga spread di level 453,3 bps di bawah sebelumnya 464,9 bps.

Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya mengalami penurunan. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA di mana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,90%-8,92%.

Adapun pada obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya di kisaran level 9,15%-9,20%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,60%-10,62%, dan pada rating BBB di kisaran 12,97%-13,02%.

Masih bertahannya aksi beli diharapkan dapat kembali berlanjut untuk mendukung pergerakan pasar obligasi sehingga dapat bertahan di zona positifnya. Meski mulai terlihat penurunan aktivitas transaksi namun, diharapkan tidak membuat laju pasar obligasi berbalik melemah. Positifnya Rupiah dan tidak adanya sentimen negatif diharapkan dapat mempertahankan laju Rupiah.

(Binaartha_Research|Disclm.On)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top