Yen Melemah Lagi, Bursa Saham Jepang Ditutup Menguat Hari Ketiga

Pergerakan bursa saham Jepang berakhir menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut (Selasa, 20/6/2017), seiring pelemahan kinerja mata uang yen yang berpotensi mendorong prospek laba eksportir.
Renat Sofie Andriani | 20 Juni 2017 14:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Jepang berakhir menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (20/6/2017), seiring pelemahan kinerja mata uang yen yang berpotensi mendorong prospek laba eksportir.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan penguatan 0,84% atau 13,42 poin di level 1.619,49 dan berakhir naik 0,70% atau 11,18 poin ke 1.617,25.

Dari 2.012 saham pada indeks Topix, 1.527 saham di antaranya menguat, 387 saham melemah, dan 98 saham stagnan.

Adapun indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,81% atau 162,66 poin ke level 20.230,41, setelah dibuka dengan penguatan 0,83% atau 166,37 poin di 20.234,12.

Sebanyak 160 saham menguat, 55 saham melemah, dan 10 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang menanjak 1,39% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei, diikuti oleh Tokyo Electron Ltd. yang melesat 2,15% dan Suzuki Motor Corp. yang melejit 4,27%.

Sementara itu, nilai tukar yen siang ini terpantau lanjut melemah 0,20% atau 0,22 poin ke 111,75 yen per dolar AS pada pukul 14.08 WIB, setelah kemarin ditutup terdepresiasi 0,59% di posisi 111,53.  

Dilansir Bloomberg, saham Jepang menguat di saat investor melihat adanya kelegaan pada pasar setelah Ketua Fed wilayah New York, William Dudley, memberi komentar hawkish yang meredakan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Rebound sektor teknologi global pun berlanjut di tengah depresiasi yen. “Kami telah melihat beberapa data ekonomi yang tidak mengesankan baru-baru ini tapi Dudley tampak tidak terganggu olehnya sehingga memberikan kelegaan pada pelaku pasar,” kata Toshihiko Matsuno, ahli strategi senior SMBC Friend Securities Co.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top