EKSPOR BIJIH NiKEL : Central Omega (DKFT) Incar 500.000 ton

Bisnis.com, JAKARTA PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) menargetkan bisa mengekspor bijih nikel sebanyak 500.000 ton pada tahun ini. Usai melakukan ekspor perdana feronikel pada akhir bulan ini, perseroan berharap izin ekspor bisa segera keluar.
Lukas Hendra TM | 19 Juni 2017 09:05 WIB
/Ilustrasi



Bisnis.com, JAKARTA – PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) menargetkan bisa mengekspor bijih nikel sebanyak 500.000 ton pada tahun ini. Usai melakukan ekspor perdana feronikel pada akhir bulan ini, perseroan berharap izin ekspor bisa segera keluar.

Direktur DKFT Kurniadi Atmosasmito mengatakan perseroan berharap bisa memperoleh kuota izin ekspor bijih sebanyak 1 juta ton. Oleh karena itu, perseroan berencana untuk mengekspor bijih nikel sebanyak 500.000 ton pada tahun ini dan 1 juta ton pada tahun depan.

Jika rencana tersebut disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada tahun ini perseroan akan menjual bijih nikel sebanyak 947.615 ton yang terdiri dari 500.000 ton ekspor dan 447.615 ke domestik yakni ke PT COR Industri Indonesia yang merupakan anak usaha perseroan.

Perseroan memperkirakan harga jual bijih nikel akan berkisar US$20 per ton untuk domestik dan US$36 per ton untuk pasar ekspor. Selain itu, perseroan juga menargetkan penjualan feronikel sebanyak 43.500 ton pada tahun ini dengan asumsi harga jual US$1.100 per ton. Dengan demikian, harapannya perseroan mampu meraup penjualan Rp876,54 miliar pada tahun ini.

Kurniadi menambahkan pada akhir bulan ini perseroan akan mengapalkan 7.000 ton ke pasar China untuk produk feronikel. Kendati sepanjang tahun ini, perseroan juga menargetkan pasar lainnya seperti Korea Selatan dan India.

“Kalau jadi yang beli Posco China,” katanya dalam paparan publik akhir pekan lalu.

Dia mengatakan loaksi pabrik feronikel perseroan melalui PT COR Industri Indonesia berada di Morowali Utara, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 100.000 ton dan telah mulai memproduksi sejak Maret 2017. Hanya saja, untuk blast furnace baru beroperasi unit satu dan dua, sedangkan unit 3 dan 4 diharapkan beroperasi pada bulan depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor mineral

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top