HARGA CPO: Permintaan Dikhawatirkan Melambat, Sawit Turun Lagi

Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka stagnan di posisi 2.516 ringgit per ton.
Renat Sofie Andriani | 30 Mei 2017 11:13 WIB
Hamparan perkebunan kelapa sawit membentuk pola terlihat dari udara di Provinsi Riau, Selasa (21/2). - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Selasa (30/5/2017).

Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka stagnan di posisi 2.516 ringgit per ton.

Pergerakannya kemudian turun 0,08% atau 2 poin ke level 2.514 ringgit per ton pada pukul 10.38 WIB.

Adapun pada perdagangan Senin (29/5), harga CPO kontrak Agustus ditutup turun tajam 1,53% atau 39 poin ke level 2.516, mengekor pelemahan pada minyak kedelai.

“Minyak sawit mentah mengikuti pelemahan minyak kedelai pada hari Jumat. Ada pula kekhawatiran bahwa tingkat permintaan sedang melambat,” ujar Tasvinderjit Singh, associate director di CIMB Futures, seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak kedelai untuk pengiriman Juli di Chicago Board of Trade turun 1,4% ke 31,60c/lb pada perdagangan Jumat dan telah anjlok 4,4% sepanjang pekan lalu.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit pagi ini lanjut melemah 0,27% ke posisi 4,2838 pada pukul 10.52 WIB, setelah kemarin berakhir melemah 0,08% ke 4,2722.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak Agustus 2017

Tanggal

Level

Perubahan

30/5/2017

(Pk. 10.38 WIB)

2.514

-0,08%

29/5/2017

2.516

-1,53%

26/5/2017

2.555

-1,99%

25/5/2017

2.607

+1,01%

24/5/2017

2.581

-1,38%

Sumber: Bloomberg

Tag : minyak sawit, harga cpo
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top