BURSA ASIA: Bergerak Mixed Pagi Ini, Pasar Tunggu Data Berikut

Bursa saham di Asia bergerak mixed pada perdagangan pagi ini, Selasa (30/5/2017), di saat para investor mencermati arah biaya pinjaman di Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi.
Renat Sofie Andriani | 30 Mei 2017 08:15 WIB
Indeks Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham di Asia bergerak mixed pada perdagangan pagi ini, Selasa (30/5/2017), di saat para investor mencermati arah biaya pinjaman di Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi.

Indeks Topix Jepang dan indeks acuan Australia masing-masing turun 0,1% dan 0,2%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berfluktuasi.

Perdagangan di bursa saham Hong Kong hari ini ditiadakan karena libur, sementara pasar di China ditutup untuk hari kedua setelah perdagangan di Inggris dan AS ditutup kemarin, sehingga menekan volume dan membatasi pergerakan harga.

Sementara itu, aset-aset Italia menurun setelah mantan Perdana Menteri Matteo Renzi memberi komentar yang meningkatkan prospek pemilu dini. Di sisi lain, nilai tukar rand Afrika Selatan melemah untuk hari kedua setelah Presiden Jacob Zuma lolos dari permintaan beberapa anggota partainya untuk menggulingkannya.

Di luar isu politik lokal, tantangan utama bagi para investor adalah kemampuan ekonomi dunia untuk menahan kenaikan biaya pinjaman. Meskipun saham global telah membukukan level tertinggi, reli di pasar obligasi menunjukkan sikap hati-hati para pedagang.

Dalam sebuah pidato di Singapura pada hari Senin, Ketua Fed wilayah San Francisco John Williams menegaskan kembali pandangannya bahwa total tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini merupakan hal yang masuk akal bagi AS sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Sejumlah pejabat The Fed direncanakan akan berkomentar seiring mendekatnya pertemuan FOMC pada 13-14 Juni. Lael Brainard dan Robert Kaplan masing-masing akan berada di New York pada hari Selasa dan Rabu.

Pasar menantikan rilis laporan pekerjaan AS pada hari Jumat yang dapat meningkatkan kemungkinan penaikan suku bunga. Pasar memperkirakan ada pertambahan sebesar 185.000 posisi pekerjaan.

Sementara itu, data PMI manufaktur China untuk Mei yang akan dirilis pada hari Rabu dapat mengindikasikan bahwa pertumbuhan negara tersebut untuk tahun ini telah memuncak. Badan informasi energi AS (EIA) juga akan merilis laporan suplai bulanan pada hari Rabu.

 

Tag : bursa asia, Kebijakan The Fed
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top