Mirae Turunkan Saham Sektor CPO Menjadi Netral Karena 3 Faktor Ini

Mirae Aset Sekuritas Indonesia menurunkan peringkat investasi dalam sektor minyak kelapa sawit atau CPO dari Overweight menjadi netral.
Hafiyyan | 30 Mei 2017 10:15 WIB
Ilustrasi: Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Berjangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Aset Sekuritas Indonesia menurunkan peringkat investasi dalam sektor minyak kelapa sawit atau CPO dari Overweight menjadi netral.

Dalam publikasi risetnya, Selasa (30/5/2017), analis senior Mirae Aset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan setidaknya ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan dalam menurunkan peringkat investasi sektor CPO.

Pertama, volume produksi yang lebih tinggi pada semester II/2017. Kedua, mengantisipasi kelebihan pasokan minyak kedelai yang dapat menekan harga minyak kedelai itu sendiri dan CPO global. Ketiga, rencana pemerintah Indonesia untuk memperpanjang moratorium konsensi kelapa sawit baru.

Produksi kedelai AS akan meningkat dengan meningkatnya total area tanam dan panen kedelai. Harga kedelai global sangat berkorelasi dengan harga CPO Malaysia.

"Artinya persediaan kedelai global yang lebih tinggi akan menekan harga minyak kedelai dan juga harga CPO di bursa Malaysia," paparnya.

Menurut Andy, investor lokal tidak menyukai saham CPO karena rencana perpanjangan moratorium. Namun dalam jangka panjang perusahaan sawit dapat mempertahankan pertumbuhan dengan menerapkan strategi yang baik untuk mendapatkan lahan penanaman baru.

Selain itu, Mirae masih meyakini permintaan CPO yang positif dalam jangka panjang karena merupakan salah satu bahan utama dan sumber minyak goreng yang paling ekonomis.

Adapun rekomendasi saham pilihan dari sektor sawit versi Mirae ialah SSMS dengan target harga Rp1.900 sampai akhir 2017.

Tag : cpo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top