AKSI EMITEN 24 MEI: MAPI Incar Pendapatan Rp16 Triliun, SILO Akuisisi Rumah Sakit

Berita tentang PT Siloam International Hospitals yang mengakuisisi rumah sakit serta Mitra Adi Perkasa yang menargetkan pertumbuhan penjualan menjadi topik media nasional hari ini, Rabu (24/5/2017).
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Mei 2017 09:18 WIB
Karyawan memantau perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG), di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang PT Siloam International Hospitals yang mengakuisisi rumah sakit serta Mitra Adi Perkasa yang menargetkan pertumbuhan penjualan menjadi topik media nasional hari ini, Rabu (24/5/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

KMI Wire and Cable (KBLI). PT KMI Wire and Cable Tbk. mengklaim telah mendapatkan kontrak dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam pengadaan kabel senilai Rp1,7 triliun sepanjang tahun berjalan 2017. (Bisnis Indonesia)

Siloam International Hospitals (SILO). PT Siloam International Hospitals Tbk. telah mengakuisisi 100% kepemilikan Rumah Sakit Umum Putera Bahagia di Cirebon dengan nilai transaksi Rp130 miliar. (Bisnis Indonesia)

Jakarta Setiabudi Internasional (JSPT). Emiten properti PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. menyiapkan anggaran belanja modal antara Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun pada tahun ini untuk melanjutkan penyelesaian sejumlah proyek perseroan serta menambah cadangan lahan di Medan. (Bisnis Indonesia)

Mitra Adi Perkasa (MAPI). PT Mitra Adi Perkasa Tbk berhadap bisa mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 13% - 14% hingga akhir 2017. Sepanjang tahun lalu, MAPI membukukan penjualan Rp14,1 triliun. Dengan target itu, proyeksi pendapatan MAPI tahun ini bisa mencapai Rp15,9 triliun hingga Rp16,11 triliun. (Kontan)

Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun dengan proyeksi pertumbuhan penjualan 25% pada 2017. (Bisnis Indonesia)

Delta Dunia Makmur (DOID). Kontraktor pertambangan batu bara PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) sepertinya tengah membuka peluang untuk masuk ke bisnis baru. Bisnis baru ini masih terkait sektor pertambangan. (Kontan)

Solusi Tunas Pratama (SUPR). Perusahaan pengelolaan dan penyewaan menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk., mengincar pertumbuhan pendapatan 8%— 10% pada tahun ini dibandingkan dengan Rp1,82 triliun pada tahun sebelumnya. (Bisnis Indonesia)

Tag : aksi emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top