Reliance Sekuritas: IHSG Selasa (23/5) Berpotensi Tertekan, 5 Saham Ini Direkomendasikan

IHSG hari ini, Selasa (23/5) diperkirakan akan bergerak kembali tertekan melakukan pengujian level support dengan rentang 5687-5792.
Fajar Sidik | 23 Mei 2017 06:15 WIB
Pelajar mengunjungi gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (5/5). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG hari ini, Selasa (23/5) diperkirakan akan bergerak kembali tertekan melakukan pengujian level support dengan rentang 5687-5792.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam risetnya menjelaskan bursa Asia ditutup mayoritas menguat kecuali saham Indonesia diawal pekan.

Harga minyak naik di hari ke-4 menyambut pertemuan OPEC di Wina minggu ini di mana spekulasi kian membesar pada pemotongan produksi hingga tahun depan menjadi trigger positif bursa Asia. Sedangkan aksi jual mengkoreksi panic buying di saham Indonesia.

IHSG terpukul turun pada sesi kedua hingga ditutup -42.44 poin sebesar -0.73% dilevel 5749.45 dengan indeks sektor konsumer yang memimpin pelemahan dengan turun -2.51% disusul oleh indeks pertambangan -1.17%. Sedangkan indeks property yang menahan dengan menguat 1.13% pada perdagangan hari ini.

Dibuka gap up pasca penguatan signifikan pada pekan lalu akibat masuknya indonesia pada kategori Investment Grade membuat pergerakan IHSG jenuh dan dihantui aksi profit taking investor domestik disesi kedua.

Terlihat investor domestik melakukan penjualan dengan catat net buy investor asing sebesar 671.92 Miliar rupiah.

Bursa Eropa dibuka menguat dimana Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6% setelah minggu terburuk pekan lalu sejak November.

Donald Trump sedang melakukan kunjungan ke Jerusalem dan akan bertemu dengan pemimpin Israel dan Palestina serta Trump juga akan bertemu para pemimpin NATO menjadi perhatian investor selain menunggu beberapa berita korporasi yang akan melakukan merger.

Sentimen selanjutnya yakni indeks kinerja manufaktur PMI, Indeks seluruh industri, dan Indeks kepercayaan di Jepang. Tingkat pertumbuhan GDP di German dengan ekspektasi flat.

Indeks survey manufaktur dan jasa di German, Sedangkan di Eropa juga akan berdatangan survey akhir kinerja sektor jasa dan manufaktur dengan ekspektasi yang tidak cukup baik berkurang beberapa basis poin.

Malamnya investor dipaksa mencermati data kinerja sektor jasa dan manufakturing serta komentar the Fed pada pidato FOMC di AS.

Secara teknikal IHSG membentuk pola 2 days reversal pattern setelah menyentuh level 161.8% fibonacci dari wave koreksi sebelumnya.

Pola pergerakan IHSG pun seakan pulled back upper bollinger bands dengan pola bearish jangka menengah yang masih menghantui.

Indikator stochastic bullish movement mendekati overbought pasca golden-cross pekan lalu sedangkan Indikator RSI reversal setelah berhasil mencapai overbought dengan indikasi harga yang cukup tinggi untuk IHSG saat ini.

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali tertekan melakukan pengujian support MA7 dengan range 5687-5792.

Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ACES, AKRA, MNCN, SSIA, AISA.

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top