LOGAM MULIA: Emas Redup Terdampak Penguatan Dolar AS

Harga emas bergerak turun pada perdagangan siang ini (Senin, 22/5/2017), seiring penguatan bursa saham Asia meskipun kekhawatiran politik seputar gejolak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diharapkan akan tetap mendukung daya tarik untuk logam mulia tersebut sebagai aset safe haven.
Renat Sofie Andriani | 22 Mei 2017 13:17 WIB
Karyawan memerlihatkan logam mulia di Bank Syariah BNI, Jakarta, Senin (8/5). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas bergerak turun pada perdagangan siang ini, Senin (22/5/2017), seiring penguatan bursa saham Asia meskipun kekhawatiran politik seputar gejolak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diharapkan akan tetap mendukung daya tarik untuk logam mulia tersebut sebagai aset safe haven.

Harga emas Comex kontrak Juni 2017 turun 0,05% atau 0,60 poin ke US$1.253 per troy ounce pada pukul 12.23 WIB, setelah dibuka dengan penguatan 0,31% atau 3,90 poin di posisi 1.257,50.

Seperti dilansir Reuters, akhir pekan lalu Trump terpukul oleh bocornya kabar bahwa salah seorang penasihatnya terlibat dalam penyelidikan kemungkinan kolusi dengan Rusia selama kampanye pemilihan umum tahun lalu dan bahwa Trump telah membual kepada sejumlah pejabat Rusia atas pemecatan orang yang memimpin penyelidikan tersebut.

Sekretaris Negara Rex Tillerson dan Penasihat Keamanan Nasional H.R. McMaster membela Trump dengan mengatakan bahwa presiden telah mengangkat pemecatan Direktur FBI James Comey dalam sebuah pertemuan dengan menteri luar negeri Rusia, untuk menjelaskan mengapa ia tidak mampu bekerja sama dengan Moskow dalam beberapa bidang.

Di sisi lain, Korea Utara hari ini menyatakan telah kembali berhasil melakukan uji coba penembakan rudal balistik jarak menengah untuk mengkonfirmasi keandalannya.

Bursa saham Asia namun hari ini mencatat kenaikan harian terbesar dalam sebulan, menyusul penguatan moderat pada bursa saham AS.

“Sejumlah risiko telah terlepas dalam awal perdagangan di Asia, dengan emas yang mengabaikan uji cona rudal terbaru Korea Utara. Namun, tensi geopolitik pastinya naik kembali secara perlahan, dan hal ini seharusnya memastikan emas tetap mendapat penawaran,” ujar Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,14% atau 0,138 poin ke 97,280, setelah pada Jumat berakhir melemah 0,75% atau 0,737 poin di posisi 97,142.

Analis OCBC Barnabas Gain mengatakan prospek emas tetap tak jelas di titik ini, mengingat berlanjutnya kekhawatiran geopolitik di tengah kecenderungan penaikan suku bunga Fed bulan depan.

“Secara fundamental, kami tetap bearish atas pergerakan logam kuning tersebut, akibat didukung oleh dua penaikan suku bunga oleh bank sentral AS pada tahun ini,” paparnya.

Seperti diketahui, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi permintaan untuk logam mulia tak berbunga seperti emas, serta membuat emas yang bernilai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lainnya

Berbanding terbalik dengan emas, harga perak kontrak Juli 2017 menguat 0,53% atau 0,089 poin ke US$16,885 per troy ounce, setelah dibuka dengan kenaikan 0,44% atau 0,074 poin di posisi 16,870.

 

Pergerakan emas dan perak di Comex (Commodity Exchange):

Tanggal

Emas kontrak Juni 2017

US$/ounce

Perak kontrak Juli 2017

US$/ounce

22/5/2017

(Pk. 12.23 WIB)

1.253,00 (-0,05%)

16,885 (+0,53%)

19/5/2017

1.253,60 (+0,06%)

16,796 (+0,76%)

18/5/2017

1.252,80 (-0,47%)

16,670 (-1,40%)

Sumber: Bloomberg

 

Tag : Harga Emas Hari Ini
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top