HARGA KARET 18 MEI: Volatilitas Global Seret Karet Anjlok Lebih dari 4% Pagi Ini

Harga karet untuk pengiriman Oktober 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), pagi ini anjlok 4,27% atau 9,80 poin ke 219,90 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.20 WIB.
Renat Sofie Andriani | 18 Mei 2017 10:39 WIB
Pekerja menjemur lembaran karet. - Bloomberg/Dario Pignatelli

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet terjerembab sekaligus menghentikan relinya pada perdagangan pagi ini, Kamis (18/5/2017).

Reli karet terhenti setelah mampu memperpanjang penguatannya untuk hari ketujuh berturut-turut pada perdagangan kemarin.

Harga karet untuk pengiriman Oktober 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), pagi ini jatuh 4,27% atau 9,80 poin ke 219,90 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.20 WIB.

Pagi tadi, harga karet dibuka dengan pelemahan 0,52% atau 1,20 poin di posisi 228,50.

Adapun pada perdagangan kemarin (Rabu, 17/5), harga karet ditutup naik 0,75% atau 1,70 poin ke level 229,70, ditopang oleh meningkatnya kekhawatiran tentang suplai yang mengetat.

Menurut analis Yutaka Shoji, Gu Jiong, pelemahan karet pagi ini dipengaruhi oleh pelemahan pasar saham dan komoditas.

“Pelemahan yang memukul pasar saham dan komoditas ikut menyeret turun karet,” ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Volatilitas menyebar di seluruh bursa saham Asia menyusul pergolakan seputar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memicu hari terburuk dalam delapan bulan untuk pergerakan saham AS.

Ditambahkan oleh Gu Jiong, efek penguatan tajam pada kinerja mata uang yen turut membebani sentimen untuk karet.

Nilai tukar yen pagi ini terpantau melemah 0,13% atau 0,14 poin ke 110,97 yen per dolar AS pada pukul 10.25 WIB, setelah kemarin berakhir melesat 2,02% di posisi 110,83.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2017 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

18/5/2017

(Pk. 10.20 WIB)

219,90

-4,27%

17/5/2017

229,70

+0,75%

16/5/2017

228,00

+3,92%

15/5/2017

219,40

+2,28%

12/5/2017

214,50

+0,33%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top