Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DOLAR AS: Kisruh Gedung Putih Tekan Indeks Kian Lemah Dekati Level 97

Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terpantau lanjut melemah pada perdagangan pagi ini (Rabu, 17/5/2017), menyusul kabar bahwa Presiden Donald Trump meminta mantan Direktur FBI James Comey untuk mengakhiri penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanannya.
Dolar AS./.Bloomberg
Dolar AS./.Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terpantau lanjut melemah pada perdagangan pagi ini (Rabu, 17/5/2017), menyusul kabar bahwa Presiden Donald Trump meminta mantan Direktur FBI James Comey untuk mengakhiri penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanannya.

Kabar tersebut menimbulkan pertanyaan tentang apakah tuduhan atas halangan penyingkapan keadilan dapat diajukan terhadap Trump, sekaligus melemahkan keyakinan atas kemampuan presiden AS tersebut untuk mendorong program stimulus agresifnya yang telah dinantikan sejak terpilihnya Trump sebagai presiden AS November lalu.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,04% atau 0,038 poin ke 98,067 pada pukul 07.42 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,02% atau 0,019 poin di level 98,086, setelah pada perdagangan Selasa ditutup melemah 0,81% di posisi 98,105.

Menurut seorang sumber, Trump meminta Comey untuk mengakhiri penyelidikan FBI mengenai kaitan antara mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Michael Flynn dan Rusia.

Berita tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh New York Times, muncul setelah Trump memecat Comey dan kemudian membahas informasi keamanan nasional yang sensitif tentang Negara Islam (ISIS) dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Pihak Gedung Putih dengan cepat menolak laporan New York Times, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu bukanlah gambaran percakapan Presiden dan Mr. Comey yang sebenarnya atau akurat.

Kisruh di Gedung Putih mendorong pedagang mata uang untuk menjual dolar terhadap berbagai mata uang, terutama yen, yang kerap menjadi safe haven jika terdengar permasalahan di Eropa dan AS.

“Kekhawatiran tentang politik di Eropa dan Korea Utara telah surut. Momen rilis laporan keuangan perusahaan sebagian besar berakhir. Tapi sekarang kita memiliki kekhawatiran tentang pemerintahan Trump,” kata Nobuhiko Kuramochi, kepala strategi Mizuho Securities, seperti dikutip dari Reuters (Rabu, 17/5/2017).

Di sisi lain, rilis data ekonomi AS terkini pada hari Selasa yang menunjukkan hasil mixed setelah data penjualan ritel dan data inflasi yang lemah pada hari Jumat, juga menyurutkan optimisme investor terhadap ekonomi A.S.

Nilai tukar yen pagi ini terpantau menguat 0,40% atau 0,45 poin ke 112,67 yen per dolar AS pada pukul 07.52 WIB.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

17/5/2017

(Pk. 07.42 WIB)

98,067

(-0,04%

16/5/2017

98,105

(-0,81%)

15/5/2017

98,911

(-0,34%)

12/5/2017

99,252

(-0,37%)

11/5/2017

99,623

(-0,05%

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper