RELIANCE SECURITIES: Pergerakan IHSG Tertahan di Level 5.636-5.710

Reliance Securities menyebutkan Secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi dengan pergerakan yang menguji 2 support Moving average yang cukup kuat yakni MA7 dan MA25.
Mia Chitra Dinisari | 16 Mei 2017 06:02 WIB
Pengunjung berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - REUTERS/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Securities menyebutkan Secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi dengan pergerakan yang menguji 2 support Moving average yang cukup kuat yakni MA7 dan MA25.

Analis Lanjar Nafi mengatakan pergerakan yang terkonsolidsai membuat perkiraan pergerakan IHSG selanjutnya cenderung sempit dan tertahan pada range pergerakan 5.636-5.710.

Adapun saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASII, BKSL, HRUM, WIKA, WSKT, PWON.

IHSG secara mengejutkan ditutup menguat 13.65 poin sebesar 0.24% dilevel 5688.87 pada pre clossing diawal pekan ini. Pergerakan IHSG cenderung tertekan pada sesi kedua dengan sektor infrastruktur yang melemah 0.51%. Data aktifitas eksport yang melambat hingga dibawah ekspektasi dilevel 12.63% dari 24.30% dengan ekspektasi 22.45% menjadi faktor utama aksi jual investor diawal pekan. Komposisi Neraca perdagangan surplus tertolong tingkat pertumbuhan import yang melambat 10.31% dari 17.59% dibulan April. Investor asing pun tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 740.79 Miliar rupiah pada perdagangan hari ini.

 

Bursa Eropa dibuka berfluktuatif. Harga minyak melanjutkan lonjakan 2.1% dari level terendah  setelah naik 3.5% diakhir pekan sebelumnya. Kesepakatan dukungan Arab Saudi dan Rusia untuk memperluas pemotongan output minyak sampai akhir kuartal pertama 2018 membawa dampak positif pada harga minyak dunia. Komoditas tambang pun mulai rebound terlihat tembaga dan tima naik 0.7% diawal pekan. Sentimen selanjutnya dari dalam negeri akan ada data penjualan mobil, FDI tiongkok dan Indeks industri jepang di Asia, Tingkat inflasi beberapa negara Eropa serta GDP eropa akan mewarnai di tengah perdagangan selanjutnya.

Tertekannya Indeks saham di Jepang dan Menguatnya Indeks saham di Tiongkok membuat mayoritas bursa di Asia ditutup bervariasi. Penguatan Yen menjadi penekan utama Indeks Jepang sejak pekan lalu. Sedangkan perdagangan saham Tiongkok naik ke level tertinggi sejak bulan Maret pasca Presiden Xi Jinping menerangkan kerangka kerja globaliasasi gaya China dan menjanjikan pembiayaan sebesar $78 Miliar. Meskipun diakhir sesi bursa Tiongkok tertahan akibat melambatnya data output pabrik dan Investasi dibulan April.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top