Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

NILAI TUKAR 5 MEI: Efek Harga Komoditas, Rupiah Ditutup Melemah Hari Kedua

Rupiah ditutup melemah tipis 0,02% atau 2 poin ke Rp13.330 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,08% atau 10 poin di posisi 13.338.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Mei 2017  |  17:28 WIB
Uang rupiah. - JIBI/Abdullah Azzam
Uang rupiah. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (5/5/2017).

Rupiah ditutup melemah tipis 0,02% atau 2 poin ke Rp13.330 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,08% atau 10 poin di posisi 13.338.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.322 – Rp13.354 per dolar AS.

Adapun pada perdagangan Kamis (4/5), rupiah ditutup melemah 0,15% atau 20 poin ke posisi 13.328 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama sore ini terpantau naik 0,07% atau 0,074 poin ke 98,871 pada pukul 16.53 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,03% atau 0,027 poin di level 98,770, setelah pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,42% di posisi 98,797.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini bersama dengan hampir seluruh mata uang lainnya di Asia.

Won Korea Selatan memimpin pelemahan kurs Asia dengan 0,64%, diikuti oleh rupee India sebesar 0,3% dan dolar Singapura yang turun 0,28%.

Seperti dilansir Bloomberg, rupiah melemah pada hari kedua akibat pertumbuhan PDB kuartal I yang meleset dari perkiraan serta dampak melemahnya harga komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) pagi tadi merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 1/2017 sebesar 5,01% (yoy), angka tersebut lebih kecil dari prediksi rata-rata terhadap 22 ekonom untuk pertumbuhan sebesar 5,1%.

“Pertumbuhan Indonesia cenderung akan tetap bertahan di kisaran 5% selama beberapa tahun ke depan seiring harga komoditas yang tetap relatif tertekan dan pertumbuhan kredit yang tetap lemah,” ujar Gareth Leather, senior Asia economist di Capital Economics, dalam risetnya.


    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Martin Sihombing
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top