EMITEN BARU: FORZ Kantongi Dana IPO Rp68,75 Miliar

Pencatatan saham perdana FORZ dilakukan di BEI pada Jumat (28/4). Saham yang dilepas kepada publik setara dengan 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 28 April 2017  |  11:24 WIB
EMITEN BARU: FORZ Kantongi Dana IPO Rp68,75 Miliar
Salah satu proyek Forzaland

Bisnis.com, JAKARTA - PT Forza Land Indonesia Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten FORZ.

Perusahaan properti ini mengantongi dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp68,75 miliar dengan melepas 312,5 juta lembar saham pada harga Rp220 per saham.

Pencatatan saham perdana FORZ dilakukan di BEI pada Jumat (28/4). Saham yang dilepas kepada publik setara dengan 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Emiten properti ini memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp343,75 miliar. Kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan juga meningkat dari sebelumnya Rp6.221 triliun.

Selain melepas 20% saham, FORZ juga menerbitkan 437,5 juta waran seri I dengan harga pelaksanaan Rp275 per lembar. Waran tersebut diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif kepada investor dengan rasio 5 saham baru berhak memperoleh 7 waran.

Freddy Setiawan, Direktur Utama Forza Land Indonesia, mengatakan mayoritas dana hasil IPO bakal digunakan untuk penyertaan modal PT Borneo Sarana Properti. FORZ berencana menyetor Rp40 miliar kepada PT Borneo Sarana Properti sehingga menggenggam kepemilikan sebesar 99,01% dalam perusahaan tersebut.

Kucuran modal dari FORZ akan digunakan PT Borneo Sarana Properti untuk membayar utang pokok dan bunga kepada CV Chitta Kriya Laksana senilai Rp25 miliar dan modal kerja berupa pembelian bahan baku konstruksi, biaya upah tenaga kerja dan biaya peralatan pekerjaan konstruksi senilai Rp15 miliar.

Selain itu, FORZ juga berencana menggunakan Rp13,33 miliar dana IPO untuk pelunasan utang pokok dan bunga kepada CV Chitta Kriya Laksana. Adapun sekitar Rp5,58 miliar akan digunakan untuk melakukan pelunasan utang pokok dan bunga kepada PT Pratama Maju Jaya dan sisanya untuk modal kerja perseroan.

"Ke depan, kami berencana membangun hotel dan mall superblok sehingga dapat membukukan recurring income dan Forza dapat semakin baik ke depannya," ucap Freddy, Jumat (28/4).

Berdasarkan catatan Bisnis, Forza Land Indonesia sempat menunda eksekusi IPO pada 2016 lantaran faktor investor strategis dan sejumlah masalah teknis. Target IPO juga menyusut dari target awal Rp400 miliar.

Sejumlah proyek properti yang digarap oleh Forza Land Indonesia, antara lain One Ungasan di Bali, One Azure di Tangerang, dan One Casablanca di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top