HARGA KARET 27 APRIL: Turun Hampir 2% Tertekan Ketidakpastian Rencana Pajak Trump

Harga karet untuk pengiriman September 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melorot 1,85% atau 4,10 poin ke 217 yen per kilogram (kg).
Renat Sofie Andriani | 27 April 2017 15:44 WIB
Getah pohon karet - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga karet berakhir pada penutupan perdagangan hari ini (Kamis, 27/4/2017).

Harga karet untuk pengiriman September 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melorot 1,85% atau 4,10 poin ke 217 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya karet dibuka dengan pelemahan tajam 1,49% atau 3,30 poin di posisi 217,80.

Seperti dilansir Bloomberg, pelemahan karet hari ini dipengaruhi oleh kekecewaan investor terhadap proposal pemotongan pajak AS yang diumumkan Rabu malam.

“Investor kecewa dengan proposal reformasi pajak AS yang diumumkan Rabu, dan hal tersebut melemahkan harga komoditas siklis termasuk karet,” ujar Naohiro Niimura, partner Market Risk Advisory.

Rencana perombakan pajak di Amerika Serikat (AS) yang banyak diantisipasi, termasuk usulan pemangkasan yang akan menguntungkan bisnis, kelas menengah dan individu berpenghasilan tinggi tertentu, meninggalkan ketidakpastian tentang mekanisme pembayarannya.

Adapun pada perdagangan Rabu, karet ditutup dengan kenaikan 0,09% atau 0,20 poin ke 221,10 yen per kg.

Reli karet hari berakhir setelah bertahan menguat selama lima perdagangan berturut-turut sebelumnya, seiring ekspektasi atas reformasi pajak Amerika Serikat (AS) dan pelemahan kinerja mata uang yen.

Nilai tukar yen siang ini melemah 0,15% atau 0,17 poin ke 111,23 per dolar AS pada pukul 15.09 WIB, setelah kemarin ditutup dengan penguatan tipis 0,02% atau 0,02 poin di posisi 111,06.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2017 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

27/4/2017

217,00

-1,85%

26/4/2017

221,10

+0,09%

25/4/2017

220,90

+1,70%

24/4/2017

217,20

+0,56%

21/4/2017

216,00

+6,35%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top