Emisi Obligasi Korporasi Capai Rp32,69 Triliun Year-to-Date

Geliat penerbitan obligasi korporasi akan semarak pada kuartal II/2017 mengingat tingginya permintaan ekonomi dan perbaikan ekonomi domestik.
Novita Sari Simamora | 27 April 2017 19:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Geliat penerbitan obligasi korporasi akan semarak pada kuartal II/2017 mengingat tingginya permintaan ekonomi dan perbaikan ekonomi domestik.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2017 senilai Rp32,69 triliun yang berasal dari 18 emisi dari 17 emiten. Handy Yunianto, Analis Fixed Income Mandiri Sekuritas mengungkapkan nilai obligasi yang sudah terbit sepanjang tahun berjalan jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Bakal banyak yang menerbitkan di kuartal II/2017. Bila korporasi pakai buku Desember 2016, maka batas penerbitan obligasi adalah Juni 2017," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (27/4/2017).

Yield surat utang negara (SUN), katanya, memang dalam tren menurun. Dia menilai kupon obligasi korporasi masih sangat bergantung terhadap rating dan tenor korporasi.

Handy mengungkapkan semakin bagus rating maka yield yang ditawarkan ke pasar akan semakin bagus dan bila tenor semakin panjang maka yield juga akan semakin menarik bagus investor.

Dia mencontohkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. yang telah menerbitkan obligasi dengan total nilai Rp1,66 triliun dengan kupon dipatok 8,5% untuk 3 tahun dan 9% dengan tenor 5 tahun. Kupon yang ditawarkan Waskita di atas 100 bps di atas yield SUN.

Dia mengungkapkan menilai obligasi yang memiliki peringkat bagus kini bisa menawarkan kupon di atas 50 bps--100 bps dari yield SUN. Menurutnya, saat in investor lebih menyukai emisi obligasi yang diterbitkan sektor infrastruktur, karena memiliki tenor yang menengah dan panjang.

Selain itu, investor institusi seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun kini aktif memburu obligasi korporasi terutama yang diterbitkan oleh perusahaan plat merah. Handy mengungkapkan obligasi emiten plat merah menjadi pilihan untuk menggantikan SUN.

Tag : obligasi korporasi
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top