Pendapatan INCO Kuartal I/2017 Naik 32,38%

Sepanjang kuartal I/2017, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan pendapatan sebesar US$143,9 juta atau naik 32,38% dari US$108,7 juta pada kuartal I/2016.
Lukas Hendra TM | 27 April 2017 18:05 WIB
Aktifitas penambangan nikel milik PT Vale Indonesia, Tbk terlihat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang kuartal I/2017, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan pendapatan sebesar US$143,9 juta atau naik 32,38% dari US$108,7 juta pada kuartal I/2016.

Peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh penaikan harga realisasi rata-rata yang pada kuartal pertama tahun ini mencatatkan US$8.214 per ton atau meningkat 24,12% dari US$6.618 per ton pada kuartal pertama tahun lalu.

Selain itu, peningkatan pendapatan juga didorong oleh naikknya penjualan nikel matte pada kuartal I/2017 menjadi 17.524 metrik ton atau naik 6,68% dari 16.427 metrik ton pada kuartal I/2016. Kendati demikian, penjualan pada kuartal I/2017 tersebut lebih rendah 19% dibandingkan dengan penjualan pada kuartal IV/2016.

Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur INCO mengatakan harga realisasi ratarata pada kuartal I/2017 sedikit lebih rendah dibandingkan harga realisasi ratarata pada kuartal IV/2016.

“Kami yakin harga nikel di tahun 2017 akan senantiasa di tingkatan yang rendah mengingat masih tingginya persediaan di London Metal Exchange dan Shanghai Futures Exchange. Selain itu ada ketidakpastian di pasar nikel global mengenai apakah kuota ekspor bijih Indonesia akan menambah volume atau sekadar menggantikan turunnya pasokan bijih dari Filipina ke Cina," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (27/4/2017).

Oleh karena itu, perseroan tetap fokus pada optimalisasi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Adapun, pada kuartal I/2017, perseroan juga melakukan kegiatan pemeliharaan terencana seperti pada kuartal I/2016.

Hanya saja, kegiatan pemeliharaan tersebut berlangsung lebih singkat sehingga volume produksi nikel matte pada kuartal I/2017 naik 2% dibandingkan produksi pada kuaratl I/2016.

Manajemen menjelaskan bahwa kegiatan pemeliharaan tersebut sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Upaya tersebut tercermin dengan adanya biaya pokok pendapatan INCO yang turun 6% dari US$155,1 juta pada kuartal IV/2016 menjadi US$146,4 juta pada kuartal I/2017.

Hanya saja, biaya pokok pendapatan per metrik ton nikel matte yang dijual pada kuartal I/2017 meningkat 17% dibandingkan kuartal IV/2016. Penaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan biayabiaya karyawan, bahan bakar dan bahan pembantu.

Tag : vale indonesia tbk
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top