Akhirnya INDY Cetak Laba US$22,1 Juta di Kuartal I/2017

Setelah sekitar empat tahun berkinerja negatif, emiten energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. akhirnya berhasil membukukan laba US$22,1 juta pada kuartal pertama tahun ini, berbalik dari kinerja periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih US$4,9 juta.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 27 April 2017  |  17:23 WIB
Akhirnya INDY Cetak Laba US$22,1 Juta di Kuartal I/2017
Presdir PT Indika Energy Tbk M. Arsjad Rasjid PM didampingi Corsec Dian Paramita mengunjungi redaksi Bisnis Indonesia - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Setelah sekitar empat tahun berkinerja negatif, emiten energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. akhirnya berhasil membukukan laba US$22,1 juta pada kuartal pertama tahun ini, berbalik dari kinerja periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih US$4,9 juta.

Azis Armand, Direktur Indika Energy mengatakan bahwa perseroan telah banyak melakukan upaya peningkatan produktivitas, pengurangan biaya dan efisiensi operasional selama dua tahun belakangan sehingga hasilnya mulai terasa saat ini.

Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$222,5 juta, tumbuh 14% dibandingkan US$195,1 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Faktor utama di balik peningkatan pendapatan perseroan ini yakni karena meningkatnya pendaptan anak usaha perseroan, yakni Petrosea sebesar 39%. Petrosea menyumbang 26,3% dari total pendapatan perseroan, atau setara US$58,5 juta.

Meningkatnya pendatapan Petrosea disebabkan  karena bertambahnya volume pengupasan lapisan tanah atau overburden removal dari proyek baru dan penambahan volume dari proyek yang sudah berjalan.

Di sisi lain, nilai bisnis perdagangan batu bara juga meningkat karena harga jual yang lebih baik. Hal ini turut menopang perbaikan kinerja perseroan awal tahun ini.

Laba kotor perseroan pada kuartal pertama 2017 mencapai US$28,3 juta, meningkat 35% dibandingkan US$20,9 juta pada kuartal pertama 2016. Perseroan pun berhasil membukukan laba usaha positif sebesar US$8,5 juta, berbalik dari kinerja kuartal yang sama tahun lalu yang membukukan rugi sebesar US$6,4 juta.

Azis mengatakan, faktor penting yang menyebabkan peningkatan laba perseroan ialah karena keberhasilan perseroan menurunkan beban umum dan beban administrasi hampir 28% dari US$27,3 juta pada kuartal pertama 2016 menjadi US$19,7 juta pada kuartal pertama tahun ini.

“Fix cost yang selama ini sangat menantang bagi bisnis kami juga berhasil kami turunkan hampir 28% dibandingkan kuartal pertama 2016. Hal ini membawa laba usaha kami ke tingkat positif, berbalik dari negatif tahun lalu,” katanya dalam acara paparan publik, Kamis (27/4/2017).

Perseroan juga mencatatkan peningkatan drastis dari bagian laba bersih entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas meningkat 113% menjadi US$35,6 juta berkat kontribusi produsen batu bara Kideco Jaya Agung yang mencatatkan perbaikan harga jual rata-rata.

Azis mengatakan, selain perbaikan kinerja pendapatan, perseroan juga berhasil memperbaiki neraca perusahaan tahun ini. Aset perseroan tercatat meningkat 4,2% menjadi US$1,89 miliar, tetapi utang perseroan berhasil ditekan turun 2,6% menjadi US$785,3 juta.

“Aset kita lebih baik, tetapi utangnya turun. Kita bisa memberikan peningkatan dengan utang yang lebih rendah, bagi saya itu membanggakan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indika energy

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup