Jumlah Pengguna Twitter Bertambah, Harga Saham Melonjak

Saham Twitter melonjak setelah perusahaan penyedia layanan microblogging itu melaporkan pertumbuhan pengguna yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal pertama.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2017  |  12:04 WIB
Jumlah Pengguna Twitter Bertambah, Harga Saham Melonjak
Ilustrasi - twitter

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Twitter melonjak setelah perusahaan penyedia layanan microblogging itu melaporkan pertumbuhan pengguna yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal pertama. Meski demikian, pendapatan Twitter mengalami penurunan untuk pertama kalinya.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Twitter Inc. ditutup menguat 7,91% atau 1,16 poin menjadi US$15,82 pada perdagangan Rabu (26/4), setelah dibuka dengan lonjakan 8,46% atau 1,24 poin di posisi 15,90.

Harga sahamnya bahkan sempat naik tajam hampir 10% dan menyentuh US$16,10 di tengah perdagangan.

Hal ini berbanding terbalik dengan pencapaian pada perdagangan Selasa, ketika harga saham turun 0,34% ke US$14,66. Awal pekan ini pun, harga saham Twitter hanya berakhir dengan kenaikan yang tak istimewa.

Lonjakan yang tak terduga tersebut oleh Twitter dikaitkan dengan fitur-fitur baru dan meningkatnya minat pengguna terhadap berita politik.

Selama beberapa kuartal sebelumnya, pertumbuhan pengguna diketahui mandek sehingga menimbulkan keraguan tentang kepemimpinan Jack Dorsey sebagai CEO serta spekulasi bahwa platform tersebut dapat dibeli oleh perusahaan yang lebih besar.

Twitter melaporkan pertumbuhan tahunan sebesar 6% dalam hal pengguna aktif bulanan, indikator kinerja utama untuk layanan jejaring sosial yang biasanya dikalkulasikan dengan mengambil jumlah pengguna yang telah login dan logout selama periode 30 hari, menjadi 328 juta.

Sementara itu secara kuartalan, jumlah pengguna bulanan Twitter bertambah 9 juta pengguna.

Di saat Dorsey menyebut perubahan teknis terhadap timeline Twitter yang kini mencantumkan konten berdasarkan tema sebagai bagian dari sebab tumbuhnya jumlah pengguna, Chief Operating Officer Anthony Noto menuturkan kontribusi dari minat pengguna terhadap berita dan politik.

“Ada beberapa bukti bahwa kami mendapat keuntungan dari datangnya pengguna baru dan yang kembali, seiring lebih banyaknya jumlah akun berita dan politik pada kuartal pertama, terutama di Amerika Serikat. Itu adalah hal yang sangat positif,” ujar Noto, seperti dikutip dari Reuters (Kamis, 27/4/2017).

Menurut perusahaan analitik media sosial Zoomph, Donald Trump, salah satu politisi paling aktif di Twitter, telah mencuit rata-rata lima kali sehari sejak pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Januari.

Aktivitas layanan livestreaming, salah satu dorongan terbesar bagi Twitter sejak tahun lalu untuk menarik pengguna baru, juga melonjak di kuartal pertama, dengan lebih dari 800 jam live video atas lebih dari 450 peristiwa.

Twitter mengatakan bahwa konten tersebut telah mencapai 45 juta pengguna unik (unique user) atau naik 31% dari kuartal keempat yang merupakan kuartal penuh pertama untuk konten live yang akan disalurkan di platform media sosial.

Dari jumlah pencapaian jam, konten olah raga berkontribusi sebesar 51%, konten berita dan politik mencapai 35%, sedangkan 14% lainnya adalah hiburan.

“Twitter menjadi lebih relevan bagi konsumen, produk mereka menjadi lebih mudah untuk digunakan. Ada kehausan global akan berita dan informasi yang mereka manfaatkan,” kata analis BTIG Richard Greenfield.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, twitter

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top