INDOSURYA: IHSG Jumat (28/4) Potensi Menguat, Ini Saham-saham Yang Direkomendasikan

IHSG pada perdagangan Jumat (28/4) diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.6435.751 dengan potensi menguat. Rekomendasi saham JSMR, PGAS, ADHI, KLBF, GGRM, ICBP, UNVR, WIKA, TLKM.
Fajar Sidik | 27 April 2017 17:47 WIB
Pengunjung berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - REUTERS/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG pada perdagangan Jumat (28/4) diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.643–5.751 dengan potensi menguat.

Mengutip riset Indosurya Securities, pada Rabu rekor baru telah kembali digapai oleh IHSG, hal ini didukung oleh capital inflow yang masih terus berlangsung sehingga potensi kenaikan masih terlihat cukup besar.

Kondisi ini menjadi peluang jika terjadi momentum koreksi wajar, masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi beli dengan timeframe investasi jangka menengah-panjang.

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Kamis (27/4/2017). IHSG ditutup melemah 0,34% atau 19,50 poin ke level 5.707,03, setelah dibuka turun 0,32% atau 18,30 poin di posisi 5.708,23.

Pelemahan IHSG pada perdagangan ini sekaligus mengakhiri reli yang dibukukan selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. IHSG bahkan Rabu mampu memperbarui rekornya setelah ditutup di level 5.726,53, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah bergerak di kisaran 5.697,79–5.718,89. Dari 541 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 142 saham menguat, 191 saham melemah, dan 208 saham stagnan.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir negatif, dipimpin oleh sektor finansial (-1,06%) dan industri dasar (-0,45%). Adapun, sektor tambang dan konsumer masing-masing naik 0,78% dan 0,24%.

Pergerakan mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara juga terpantau turun dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,06%), indeks PSEi Filipina (-0,85%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,14%), sedangkan indeks SE Thailand naik tipis 0,04%.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham turun dari kisaran level tertingginya dalam dua tahun, di saat rencana pemotongan pajak Amerika Serikat yang telah lama ditunggu gagal menginspirasi investor. Meski demikian, masih terdapat sentimen positif dengan prospek pertumbuhan global serta meredanya kekhawatiran kekhawatiran risiko politik di Eropa.

Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, bergerak hampir flat setelah turun 0,4% di awal perdagangan.

Reli bursa saham Jepang juga berakhir pada perdagangan hari ini, setelah keputusan kebijakan bank sentral negara tersebut hanya memberi sedikit dukungan di saat para investor masih mencermati rencana pajak pemerintah Amerika Serikat (AS).

Bursa saham Jepang telah mengawali hari ini dengan pelemahan di tengah keraguan seputar kemampuan Presiden AS Donald Trump untuk meralisasikan rencana kebijakannya.

Rencana perombakan pajak di Amerika Serikat (AS) yang banyak diantisipasi, termasuk usulan pemangkasan yang akan menguntungkan bisnis, kelas menengah dan individu berpenghasilan tinggi tertentu, meninggalkan ketidakpastian tentang mekanisme pembayarannya.

“Hampir tidak ada informasi baru, seperti yang diperkirakan. Pada dasarnya dia [Trump] hanya mengulangi janji kampanyenya,” ujar Tomoaki Shishido, senior fixed income strategist Nomura Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Adapun saham-saham yang direkomendasikan pada perdagangan Jumat adalah:

  • JSMR
  • PGAS
  • ADHI
  • KLBF
  • GGRM
  • ICBP
  • UNVR
  • WIKA
  • TLKM
Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top