Stok AS Naik, Harga Minyak Mendingin

Harga minyak melesu akibat proyeksi bertumbuhnya persediaan Amerika Serikat pada pekan lalu.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 April 2017  |  11:22 WIB
Stok AS Naik, Harga Minyak Mendingin
Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak melesu akibat proyeksi bertumbuhnya persediaan Amerika Serikat pada pekan lalu.

Pada perdagangan Rabu (26/4/2017) pukul 10:43 WIB, harga minyak WTI kontrak Juni 2017 turun 0,12 poin atau 0,24% menuju US$49,44 per barel. Sementara minyak Brent kontrak Juni 2017 merosot 0,11 poin atau 0,21% menjadi US$51,99 per barel.

Ric Spooner, chief market analyst CMC Markets di Sydney, menyampaikan harga minyak mentah kembali tertekan oleh proyeksi bertumbuhnya persediaan AS.

"Data stok AS akan sangat penting untuk pergerakan harga minyak ke depan," tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (26/4/2017).

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), stok minyak mingguan AS akan naik sebesar 897.000 barel. Sementara menurut survei Bloomberg, persediaan mungkin menurun 1,75 juta barel. Data resmi dari pemerintah akan keluar pada Rabu (26/4/2017) waktu setempat.

Sebelumnya pada Rabu (19/4/2017), U.S. Energy Information Administration (EIA) melansir data stok minyak AS dalam sepekan yang berakhir Jumat (14/4/2017) turun 1,03 juta barel menjadi 532,37 juta barel. Namun, stok bensin Paman Sam meningkat 1,5 juta barel, sehingga mengindikasikan adanya penurunan permintaan.

Mulai 10 Maret 2017 stok minyak AS sepekan selalu menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak EIA melakukan pencatatan pada 1982. Namun, dalam dua pekan terakhir volume persediaan menunjukkan tren menurun.

Sementara tingkat produksi minyak AS naik 17.000 barel menuju 9,25 juta barel per hari (bph), yang menjadi level tertinggi sejak Agustus 2015. Sebelumnya pada Desember 2016, AS konsisten menahan produksi di level 8,7 juta bph.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, Harga Minyak

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup